Komoditas kopi dan kakao yang merupakan termasuk produk unggulan perkebunan di Provinsi Lampung, perlu terus digiatkan budidayanya, terutama oleh pelaku usaha lokal. Dengan semakin menggeliat ekonominya melalu perputaran ekosistem perkebunan di berbagai daerah, tentu dapat pula berkontribusi pada pergerakan inflasi.
Hal itu mencuat saat Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi berkunjung ke PT Tani Agro Niaga Indonesia yang terletak di Talang Padang, Tanggamus, Lampung pada Jumat (27/12/2024). Menurutnya, perkebunan Indonesia memiliki prospektif yang tinggi, sehingga sangat baik apabila dapat pula tercapai swasembada.
"Inflasi selalu menjadi perhatian pemerintah. Nah kopi bubuk termasuk komponen inti yang turut punya andil pada pembentuk inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan. Untuk itu, memang dibutuhkan banyak pelaku usaha lokal untuk menggencarkan produk perkebunan yang memang telah jadi unggulan di daerahnya," kata Arief.
Terlebih, Indonesia sebenarnya mempunyai area perkebunan kopi yang jauh lebih luas dari Vietnam. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), luas area perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,266 juta hektare pada 2023. Lampung menempati urutan kedua penghasil kopi terbesar dengan volume 108,1 ribu ton
Sebagai informasi, menurut laporan International Coffee Organization (ICO), pada April 2024 menyebut kenaikan harga kopi robusta pada tahun ini merupakan yang tertinggi dalam 45 tahun sejak Juli 1979. Sementara volume neraca perdagangan kopi Indonesia di 2023 masih mengalami surplus 239,04 ribu ton
Lebih lanjut, produk perkebunan lain yang cukup prospektif adalah kakao. Mengutip data dari International Cocoa Organization (ICCO), pada tahun 2023, Indonesia berada dalam jajaran 4 besar produsen kakao terbesar di dunia. Posisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai penghasil kakao terbesar di kawasan Asia.
Untuk itu, potensi besar sektor kakao penting untuk terus dikembangkan di masa mendatang. Pada 2023, Provinsi Lampung sendiri menjadi produsen kakao tertinggi ke-5 dengan total produksi sekitar 45,64 ribu ton atau 7,22 persen dari produksi kakao dalam negeri.
#BadanPanganNasional
#NationalFoodAgency
#Bapanas
#NFA
#PanganKuatIndonesiaBerdaulat
#KetahananPangan
#SwasembadaPangan
#KunjunganKerja
#Kopi
#Kakao