Indonesia yang memiliki potensi kebencanaan cukup tinggi disadari penuh oleh pemerintah. Sebagai langkah mitigasi kerawanan pangan akibat bencana, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Perum Bulog telah menyiapkan alokasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk membantu kondisi tanggap darurat.
Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala NFA Arief Prasetyo Adi saat memberikan pidato kunci dalam 'Sosialisasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Satuan Pendidikan' yang dihelat oleh Ikatan Anggota Pendukung PALASI (lAPP) SMAN 1 Jakarta pada Senin (20/1/2025).
"Adik-adik, jadi pemerintah itu sudah punya berbagai langkah mitigasi kebencanaan yang menyeluruh. Kalau Badan Pangan Nasional memastikan masyarakat yang tertimpa bencana alam, tidak kesulitan mendapatkan beras, jadi kerawanan pangan dapat terhindarkan," jelas Arief.
"Beras itu dari stok Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP yang dikelola Bulog. Setelah pemerintah daerah mengajukan, Badan Pangan Nasional melakukan perhitungan yang dibutuhkan dan memberi penugasan ke Bulog untuk segera menyalurkannya," imbuhnya.
Sebagai contoh, sepanjang tahun 2024, realisasi penyaluran CPP dalam bentuk beras untuk tanggap darurat telah tersalurkan sebanyak 446 ribu kilogram (kg). Salah satunya untuk membantu penanggulangan bencana dan keadaan darurat terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat itu, pemerintah melalui NFA telah menugaskan Bulog untuk menyalurkan beras sejumlah 63.979 kg. Ini diperuntukkan bagi 5.816 jiwa dengan alokasi 250 gram selama 44 hari. Bulog juga diminta mempercepat penyaluran bantuan pangan beras tahap ketiga alokasi bulan Desember, khusus bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki.
Adapun kegiatan hari ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pecinta Alam Siswa (PALASI) SMAN 1 Jakarta yang ke-45. Turut hadir sebagai pembicara yang juga merupakan alumni SMAN 1 Jakarta antara lain Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/BASARNAS Agus Haryono, Direktur Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab, dan Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Yan Aditya Putra.
#BadanPanganNasional
#NationalFoodAgency
#Bapanas
#NFA
#PanganKuatIndonesiaBerdaulat
#KetahananPangan
#SwasembadaPangan
#PALASISMAN1Jakarta
#KesiapsiagaanBencana