JAKARTA β Kapal perang KRI Banda Aceh-593 resmi diberangkatkan dari Jakarta membawa bantuan kemanusiaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kapal jenis landing platform dock milik TNI AL itu menjadi tulang punggung logistik dalam operasi kemanusiaan guna menjangkau wilayah yang hingga kini akses daratnya terputus akibat kerusakan berat.
KRI Banda Aceh bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 19.00 WIB ini membawa misi memastikan bantuan pangan dan kebutuhan dasar segera tiba di titik-titik terdampak yang paling membutuhkan.
Kapal dijadwalkan tiba di Padang pada 7 Desember, melanjutkan pelayaran ke Sibolga pada 9β10 Desember, dan berlabuh di Aceh/Lhokseumawe pada 14 Desember 2025. Skema multi-titik ini dirancang agar penurunan bantuan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi, mengingat jalur darat di pesisir barat Sumatra masih belum sepenuhnya pulih.
Total bantuan yang diberangkatkan melalui jalur laut dan udara mencapai Rp 34,8 miliar, terdiri dari beragam kebutuhan mendesak masyarakat. Di antaranya: beras 20 ton, minyak goreng 32,5 ton, gula 335 kg, susu 1.935 dus, mi instan 5.810 dus, air mineral 8.750 dus, serta aneka kebutuhan pokok lain seperti sarden, teh, kopi, pakaian, popok bayi, pembalut, perlengkapan salat, peralatan mandi, selimut, telur, obat-obatan, hingga genset untuk mendukung operasional posko dan dapur umum. Seluruh paket disiapkan untuk menjamin ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar penyintas secara menyeluruh selama masa tanggap darurat.
Kepala Bapanas/Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, mulai dari mitra strategis hingga pegawai Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Total dukungan kemanusiaan yang disalurkan bertahap mencapai Rp 75,5 miliar.
βIni adalah bantuan yang diberikan oleh seluruh mitra, pengusaha, dan pegawai Kementerian Pertanian. Kami bertanggung jawab sampai di tujuan. Jangan sampai ada yang disalahgunakan. Ini amanah,β tegasnya saat melepas keberangkatan kapal di Tanjung Priok, Jumat (5/12/2025).
Mentan/Kepala Bapanas Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memantau ketat distribusi hingga ke tingkat posko dan desa dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan di lapangan. Dengan penguatan jalur laut dan kecukupan stok pangan, masyarakat di wilayah Sumatra dan Aceh diimbau tetap tenang. Negara hadir, bekerja, dan memastikan setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan.
--------







