JAMBI – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan di Pasar Induk Angso Duo, Kota Jambi, sebagai bagian dari penguatan pengawasan pada awal Ramadan 1447 H.
Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas strategis terpantau stabil dan berada di bawah maupun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium berada pada kisaran Rp 14.750–15.000 per kilogram dan beras SPHP Rp 12.000 per kilogram. Bawang merah tercatat Rp 34.000 per kilogram dan bawang putih Rp 32.000 per kilogram. Telur ayam ras berada pada kisaran Rp 25.000–27.000 per kilogram, gula Rp 17.000–17.500 per kilogram, serta Minyakita Rp 15.500–15.700 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras dijual sekitar Rp 40.000 per kilogram, sementara daging sapi berada pada kisaran Rp 120.000–150.000 per kilogram dan daging kerbau impor Rp 108.000 per kilogram. Cabai merah keriting berkisar Rp 34.000–38.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah tercatat Rp 85.000–90.000 per kilogram di tingkat distributor dan sekitar Rp 94.000 per kilogram di pengecer. Fluktuasi harga masih terbatas pada beberapa komoditas yang dipengaruhi faktor pasokan antarwilayah.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan pengawasan akan terus diperkuat selama Ramadan, termasuk terhadap temuan harga di atas HET.
“Sampai sejauh ini, kami menemukan ada beberapa, kemarin di Kabupaten Merangin ya, kita menemukan ada harga untuk Minyakita yang seharusnya Rp 15.700, tetapi kemudian ada pedagang yang juga menjual di atas itu. Nah, kita minta Kasat Reskrim untuk menelusuri kenapa kemudian harga bisa di atas itu,” ujarnya saat melakukan sidak di Pasar Induk Angso Duo, Rabu (18/2/2026).
Rinna menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan pengawasan dan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serta operasi pasar guna menjaga keterjangkauan harga selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Mudah-mudahan pemerintah mampu untuk menstabilkan harga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang. Jadi tujuannya memang menjamin agar harga tetap stabil di pasar,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyatakan kondisi harga pangan di daerah Jambi dalam keadaan stabil dan terkendali. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus menjaga harga tetap dalam koridor yang wajar.
“Secara umum harga-harga komoditi di sini masih relatif normal dan stabil. Mudah-mudahan seterusnya begitu. Andai ada lonjakan, pemerintah daerah tidak akan tutup mata dan akan mencari cara mengendalikan harga,” tegasnya.
Sinergi pengawasan terpadu yang dilakukan di Jambi ini menjadi bagian dari orkestrasi nasional pengendalian pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional, dan akan terus diperkuat di berbagai daerah guna memastikan stabilitas tetap terjaga serta daya beli masyarakat terlindungi.
--------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
094/R-BAPANAS/II/2026
19 Februari 2026







