BOGOR—Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin cepat, pilihan makanan pun ikut bergeser ke arah yang lebih praktis, sementara pemahaman akan gizi belum tumbuh beriringan. Akibatnya, pola konsumsi generasi muda kerap terbentuk tanpa arah jelas. Padahal, apa yang dikonsumsi sejak dini dapat berpengaruh pada tumbuh kembang dan kualitas hidup di masa depan. Berangkat dari hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan generasi muda melalui program B2SA Goes to School (BGtS).
Seperti yang terlihat di SDN Kertamaya, Bogor Selatan, kemarin (24/4). Lebih dari 700 peserta dari siswa dan guru secara aktif dan antusias mengikuti BGtS yang diselenggarakan Bapanas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor. Mereka diajak memahami pentingnya pola makan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan mengoptimalkan pangan lokal, sebagai fondasi tumbuh kembang serta pembentuk kebiasaan konsumsi yang lebih baik.
“Upaya ini menekankan bahwa keputusan sederhana dalam memilih makanan memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Tentunya dengan penyampaian yang mudah diterima dan dipahami anak-anak, yaitu melalui games dan dongeng,” terang Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, pada kegiatan tersebut.
Melalui tantangan menyusun menu seimbang, permainan ular tangga B2SA, hingga dongeng bertema makanan sehat oleh Ketua Asosiasi Kampung Dongeng Indonesia, Kak Ansori, proses belajar terasa jadi lebih hidup. Tawa dan keingintahuan yang hadir dalam kegiatan BGtS dinilai dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyerap nilai-nilai B2SA yang masih baru bagi sebagian peserta.
“Para siswa dan guru diajak memahami bahwa memilih makanan bukan sekadar soal kenyang, tetapi bagian dari bekal penting yang menentukan kualitas mental dan fisik sampai dewasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional karena telah menyelenggarakan BGtS ini. Semoga dengan adanya BGtS jadi ruang tumbuhnya kebiasaan baru yang lebih sehat untuk Generasi Emas 2045,” harap Kepala Sekolah SDN Kertamaya, Juarsih.
Rinna juga berharap dari kegiatan BGtS tersebut, anak-anak tidak hanya berhenti sebagai peserta, melainkan dapat membawa pulang pengetahuan tentang pola konsumsi B2SA yang baru saja didapatkan untuk dibagikan kepada lingkungan sekitar mereka.
--------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
262/R-BAPANAS/IV/2026
25 April 2026







