BADAN PANGAN NASIONAL
Bantu Bencana Sumatera, Pemerintah Kebut Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

JAKARTA – Aksi pemerintah terjun langsung dalam membantu masyarakat terdampak bencana Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus dijalankan secara konstan. Tak pelak program yang ada sebelum bencana dan mampu langsung menyentuh masyarakat, segera diakselerasikan.


Di bidang pangan, program bantuan pangan dalam bentuk beras dan minyak goreng gratis yang telah berjalan sejak Oktober, khusus 3 provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar dipastikan terus dikebut. Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, program prorakyat ini diperlukan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak langsung dan tak langsung dari bahala.


"Beras yang kami sudah kirim regular itu dari pemerintah jadi ada 2. Ini Rp 75 miliar total itu adalah partisipasi peduli bencana saudara kita, mitra Kementerian Pertanian, dan pegawai. Yang kedua adalah bantuan dari pemerintah langsung, yaitu 34 ribu ton beras," kata Amran ditemui di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (5/12/2025).


"Itu kita sudah kirim dan kami sebagai kepala Bapanas, sudah mengirim 34 ribu ton bantuan regular dan non regular. Minyak goreng 6 ribu ton. Itu sudah kita kirim. Semua ini adalah perintah Bapak Presiden Republik Indonesia. Apakah bantuan sudah sampai? Bagaimana saudara kita di sana? Beliau monitor. Bagaimana pangannya? Pangannya terutama. Kenapa? Kalau pangan bermasalah, bisa kacau," sambung dia.


Untuk diketahui, pemerintah telah menyiapkan program bantuan pangan berupa 34 ribu ton beras dan 6,8 juta liter (6.312 ton) minyak goreng untuk 3 provinsi terdampak. Rinciannya Aceh 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng, Sumut 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng, dan Sumbar 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng.


Akselerasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng yang dilaksanakan Perum Bulog atas penugasan Bapanas, terlihat pada perkembangan dalam seminggu terakhir ini. Sumut tercatat sejak 28 November di angka 260.712 penerima bantuan pangan (PBP) naik 52,2 persen menjadi 396.868 PBP di 4 Desember.


Sementara realisasi salur bantuan pangan beras dan minyak goreng di Sumbar naik 33,8 persen dari penyaluran 28 November yang 193.890 PBP meningkat ke 259.469 PBP per 4 Desember. Untuk Aceh meningkat 30,7 persen dari 102.865 PBP per 28 November menjadi 134.402 PBP pada 4 Desember.


Lebih lanjut, realisasi salur dalam skala nasional pun mengalami eskalasi yang progresif. Dari total target 18,277 juta PBP, hingga 4 Desember telah tersalurkan ke 8,187 juta PBP atau 44,8 persen. Sementara seminggu sebelumnya di 28 November realisasi masih berada di 4,557 juta PBP atau 24,93 persen dari target keseluruhan.


"Kemarin ada saudara kita, Pak Wagub Aceh telepon saya. Wagub Aceh telepon, bahwasannya butuh minyak goreng dan beras pada hari itu juga. Kami langsung telepon ada Pak Dirut Bulog, Bapanas, keluarkan. Ada 2 ribu kilo, itu minyak goreng.  Kami minta langsung keluarkan dulu. Tidak bisa ditunda," ungkap Amran.


"Beras juga demikian. Di Lhokseumawe, minta 100 ton. Saya bilang keluarkan dulu. Pak Wali Kota yang penting tanggung jawab kirim suratnya ke saya. Subuh kirim, aku setujui, selesai, karena ini darurat," kata Amran lagi.


Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menuturkan program bantuan pangan beras dan minyak goreng penting untuk terus dikebut agar masyarakat, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung, dapat kian terbantu. Manfaat program ini juga untuk menjawab kegelisahan masyarakat.


"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, semua harus ambil bagian. Jadi kami mengambil bagian yang terkait langsung di pangan. Kami menyiapkan beras standby di provinsi masing-masing 3 kali lipat dari kebutuhan, untuk berjaga-jaga," sebut Amran.


"Karena yang terdampak ada 2. Ada yang kena langsung bencana, yang korban. Tapi ada yang terdampak tidak langsung. Contohnya itu seperti yang terdampak jalan putus. Nah itu terdampak juga. Ini juga harus kita berikan bantuan pangan. Jadi kita beri bantuan pangan gratis, yang kita sudah kirim, regular itu ada 34 ribu ton beras dan minyak goreng 6 ribuan ton," kata Amran lagi.


Dorongan peningkatan realisasi program pemerintah untuk bencana Sumatera tidak lepas dari tim gabungan yang diterjunkan langsung ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Mentan/Kepala Bapanas Amran meminta jajarannya membantu pemerintah daerah setempat dalam menanggulangi bencana alam dan keadaan darurat yang sedang berlangsung.


"Tim kami sudah bergerak di lapangan. Kami utus 2 Eselon 1 setiap wilayah. Di Aceh Pak Irjen Kementan dan Deputi III Bapanas Pak Andriko. Semua UPT di daerah tersebut bekerja siang malam untuk bantu saudara-saudara kita yang kena bencana," ungkap Amran.


"Kemudian Sumatera Utara kami tempatkan Pak Ali Jamil dan Deputi I Bapanas Pak Ketut sudah ada di lapangan. Kemudian Sumbar itu adalah Kepala Badan SDM Kementan dan Brigjen Hermawan (Direktur Bapanas). Jadi tolong setelah kita kirim ini perkuat koordinasi di lapangan," pinta Amran.


Adapun melalui Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 1355 dan 383 Tahun 2025 telah dibentuk Satuan Tugas Tanggap Bencana dan Penyediaan Pangan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam beleid itu segenap insan Kementerian Pertanian dan Bapanas berkolaborasi turun membantu setiap kabupaten/kota yang ada di 3 provinsi tersebut. 



---------------

*Siaran Pers*

*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*

463/R-BAPANAS/XII/2025


5 Desember 2025


BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.