GAYO LUES — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyerahkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk penanganan bencana alam kepada Pemerintah Daerah Gayo Lues secara simbolis pada Jumat (5/12/2025). Penyerahan dilakukan kepada perwakilan Pemda yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Ekonomi, dan Kepala Dinas Perdagangan.
Penyaluran kolektif berlangsung di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, yang menjadi lokasi awal pendistribusian bantuan. Sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK)di desa tersebut menerima bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Bantuan ini selanjutnya akan disalurkan secara bertahap ke 11 kecamatan lainnya di Kabupaten Gayo Lues.
Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti, menyampaikan bahwa progres penyaluran CPP terus berjalan dan kini telah mencapai hampir separuh dari total kuota.
“Bantuan CPP beras 20 kilogram dengan total kuota 199,8 ton sudah tersalurkan 87,8 ton. Masih ada 112 ton yang harus segera kami distribusikan. Namun proses ini terkendala oleh keterbatasan BBM dan jalur distribusi yang terputus akibat kondisi bencana,” jelasnya.
Meski menghadapi hambatan teknis, Bapanas memastikan upaya percepatan distribusi menjadi prioritas utama agar seluruh masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan pangan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues Jasiwa Maytanse memberikan apresiasi atas respons cepat dan dukungan Bapanas dalam pemenuhan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapanas dalam penyediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat Gayo Lues. Dengan meningkatnya jumlah warga terdampak, Pemda akan mengajukan tambahan Bantuan Beras CPP. Saat ini kami sedang melengkapi data dukung untuk pengajuannya,” ujarnya.
Bapanas menegaskan bahwa tim di lapangan akan terus melakukan koordinasi, pendampingan, dan monitoring intensif terhadap penyaluran bantuan CPP baik beras maupun minyak goreng di seluruh wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.







