LANGKAT – Bantuan pangan untuk korban banjir di Kabupaten Langkat kembali menunjukkan bagaimana solidaritas bergerak hingga ke pelosok desa yang terendam banjir. Sabtu malam, 6 Desember 2025, paket-paket kemanusiaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tiba di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang. Setibanya di lokasi drop point, bantuan diturunkan dari truk dan disambung menggunakan becak motor (bentor) untuk menembus pematang sawah dan tanggul yang tersisa akibat luapan banjir.
Truk pengangkut yang berangkat dari Lanud Soewondo Medan membawa berbagai kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, minyak goreng, makanan kaleng dan mi instan, serta perlengkapan rumah tangga seperti sabun, deterjen, dan selimut. Namun untuk menjangkau Dusun 6 dan 7 Paluh Medan serta Dusun 6 Pematang Duku yang masih terisolasi akibat curah hujan tinggi, tanggul jebol, dan jembatan putus, sehingga rute distribusi harus diputar jauh dan dilanjutkan dengan moda kecil yang bisa melintasi genangan.
Proses itu berlangsung sepenuhnya pada malam hari, di bawah langit gelap tanpa penerangan listrik. Relawan dan warga bekerja bergantian mengangkat karung dan dus, memastikan semuanya tiba di tenda-tenda pengungsian tanpa ada yang tertinggal.
Respons cepat ini berawal ketika Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menerima laporan langsung dari warga Langkat melalui aplikasi Lapor Pak Amran. Mengetahui adanya kantong banjir yang belum terlayani bantuan memadai, ia segera menginstruksikan koordinator wilayah untuk mengirim tambahan logistik menggunakan dana donasi sebesar Rp75,85 miliar yang ia galang untuk korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan ke Jati Sari menjadi salah satu implementasi nyata dari gerakan solidaritas tersebut.
Curah hujan ekstrem yang dipicu Siklon Senyar tak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak jalan desa dan lahan pertanian di sekitar Padang Tualang. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa yang hadir langsung di lokasi menjelaskan fokus kehadirannya bersama tim.
“Untuk infrastruktur utama, jalan dan jembatan merupakan ranah pemerintah daerah. Kami memastikan bantuan pangan dan dukungan infrastruktur vital pertanian tersalurkan sesuai tanggung jawab Bapanas dan Kementan,” ujarnya di bawah tenda pengungsian.
Pola distribusi “turun dari truk, sambung becak” ini menjadi simbol komitmen pemerintah bahwa tidak ada dusun yang ditinggalkan hanya karena aksesnya rusak. Setiap kantong beras, minyak goreng, dan paket kebutuhan dasar yang tiba di dapur umum Desa Jati Sari menegaskan bahwa negara hadir hingga titik terdalam banjir, memberi kepastian pangan sekaligus sedikit rasa aman bagi warga yang masih berjaga di malam tanpa listrik.
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
473/R-NFA/XII/2025
8 Desember 2025







