ACEH TIMUR - Upaya pemulihan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera terus dilakukan pemerintah. Pada Sabtu (6/12/2025), Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 788 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kabupaten Aceh Timur sebagai langkah cepat untuk memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi di tengah akses yang masih terbatas di sejumlah kecamatan terdampak.
Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai respon cepat pemerintah pusat terhadap meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah-wilayah yang masih terdampak banjir dan longsor. Bapanas bersama pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait terus memperkuat koordinasi agar distribusi berjalan lancar, termasuk menembus titik-titik yang hingga kini masih sulit dijangkau akibat kerusakan jalan.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan pemerintah pusat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian dan bantuan pangan ini. Bantuan 788 ton beras sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi masa sulit,” ujarnya.
Bupati Iskandar menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan distribusi berjalan merata meski dihadapkan pada sejumlah kendala teknis. “Akses di beberapa kecamatan masih terputus, tetapi kami tidak berhenti. Kami bersama seluruh unsur terkait terus mencari cara agar bantuan bisa menjangkau semua warga terdampak,” ungkapnya.
Turun langsung memantau penyaluran, Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan bahwa kehadiran Bapanas di Aceh Timur merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjamin bagi warga terdampak bencana. “Sejak menerima usulan Bupati Aceh Timur, kami langsung mempercepat proses penyaluran CBP. Jika memungkinkan, bantuan harus segera didistribusikan pada hari pertama beras tiba. Kami ingin memastikan tidak ada jeda waktu yang membuat warga harus menunggu lebih lama,” ujar Nita.
Ia menjelaskan bahwa tantangan di lapangan tidak menyurutkan upaya tim untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. “Kami memahami medan yang sulit, kami terus bergerak bersama pemerintah daerah untuk menembus wilayah yang terisolasi. Prinsipnya satu, bantuan harus sampai ke warga, apa pun kondisi lapangannya,” tegasnya.
Saat ini proses distribusi tengah berlangsung secara bertahap, dimulai dari kecamatan dengan tingkat dampak paling berat. Tim gabungan juga mengupayakan jalur alternatif untuk memastikan bantuan dapat tiba tepat waktu.
Pemerintah berharap penyaluran 788 ton beras ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Timur yang sedang memulihkan diri dari bencana. Dengan kerja sama dan dukungan seluruh pihak, proses pemulihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat tercukupi.
———







