MADIUN – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan tepat sasaran sekaligus mempercepat realisasi di berbagai daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat Bapanas melakukan pemantauan langsung penyaluran bantuan pangan di Desa Buduran, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan langsung untuk memastikan bantuan pangan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Hari ini kami bersama pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta BULOG turun langsung untuk memastikan bahwa bantuan pangan yang diberikan kepada masyarakat dapat terealisasi dengan sebaik-baiknya. Dari hasil pemantauan di Kabupaten Madiun, proses penyaluran berjalan dengan baik,” ujarnya pada Kamis (16/04/2026).
Secara nasional, realisasi penyaluran bantuan pangan per 16 April 2026 telah mencapai 92,4 juta kilogram beras dan 18,4 juta liter minyak goreng. Sementara itu di Provinsi Jawa Timur, realisasi telah mencapai 13,9 juta kilogram beras dan 2,7 juta liter minyak goreng yang telah diterima oleh sekitar 699 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 5,6 juta KPM di Jawa Timur, yang menjadikan provinsi ini sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan pangan terbesar kedua secara nasional.
Ia menambahkan bahwa percepatan penyaluran menjadi fokus utama agar seluruh target dapat segera tercapai sesuai waktu yang telah ditetapkan.
“Untuk Kabupaten Madiun ditargetkan selesai dalam satu minggu ke depan. Secara keseluruhan, realisasi di Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 16 persen, dan kami menekankan agar percepatan terus dilakukan sehingga seluruh penyaluran dapat diselesaikan paling lambat akhir April dan tidak bergeser ke bulan Mei,” tegasnya.
Lebih lanjut, di Kabupaten Madiun, bantuan pangan dialokasikan untuk sekitar 110 ribu KPM dengan total kuantum mencapai 2,2 juta kilogram beras dan 440 ribu liter minyak goreng.
Andriko menjelaskan bahwa bantuan pangan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah.
“Bantuan pangan yang disalurkan saat ini merupakan alokasi Februari–Maret. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang merupakan akumulasi dari dua bulan penyaluran. Ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah agar kebutuhan pangannya tetap terpenuhi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia dan Kepala Badan Pangan Nasional untuk memastikan perlindungan masyarakat berjalan optimal.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Badan Pangan Nasional Bapak Andi Amran Sulaiman jelas, bahwa bantuan pangan ini harus terealisasi dengan sebaik-baiknya oleh seluruh jajaran, termasuk Perum BULOG di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Melalui pengawasan langsung di lapangan, Bapanas memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan percepatan penyaluran yang terus dilakukan, pemerintah memastikan bantuan pangan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.
-------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
237/R-BAPANAS/IV/2026
17 April 2026







