Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
503/R-BAPANAS/XII/2025
18 Desember 2025
BANDUNG – Pemerintah kompak mengusung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai suatu pekerjaan bersama. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, spirit kolaborasi itu ditetapkan agar keberhasilan program MBG dapat semakin meningkat dan terjaga. Semua unsur pemerintahan diharapkan mendukung Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung pada Rabu (17/12/2025), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) kompak mengatakan MBG sebagai kerja bersama pemerintah. MBG pun disebut akan melahirkan gerakan ekonomi rakyat.
"Kami hari ini menegaskan bahwa MBG itu program pemerintah. Tentu pelaku utamanya BGN, tapi kita semua terlibat untuk mendukung agar ini sukses. Jadi ini pekerjaan kita semua. Sudah ada Perpres 115 bahwa ini pekerjaan kita bersama. Tadi Pak Gubernur dan Kepala BGN juga mengatakan kalau ini kita pekerjaan kita bersama," kata Zulhas.
"Ini akan menimbulkan gerakan ekonomi rakyat. Rakyat bisa, Pak Gubernur tadi (katakan), bisa tanam sayuran, tanam banyak buah, pelihara ikan, pelihara ayam. Nah ini perlu dibimbing langsung karena yang punya aparat di desa kan bupati dan gubernur. Punya camat, punya kades untuk membina langsung, sehingga ekonomi rakyat itu bisa tumbuh," sambung Zulhas.
Selaras dengan Menko Pangan Zulhas, Gubernur Jabar KDM mengharapkan MBG dapat memberikan banyak efek berantai yang positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. KDM juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program MBG dapat mengutamakan pasokan pangan dari petani lokal setempat.
Pelaksanaannya harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi laju pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, peningkatan kualitas kesehatan warga, dan kemudian membangun rasa keadilan. Siklus ekonominya harus berasal dari produktifitas pertanian para petani kecil di berbagai tempat," urai Gubenur Dedi Mulyadi.
"Para petani bisa langsung menjual ke penyedia layanan MBG. (Jadi) tidak hanya berputar ke beberapa tangan. Hal ini akan melahirkan dua hal. Yang pertama harga yang relatif kompetitif. Yang kedua, para petani akan mendapat insentif yang sangat tinggi," timpalnya lagi.
Adapun keberpihakan program MBG terhadap penyerapan hasil produksi pangan lokal turut didukung Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ditemui usai Rakor, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menuturkan dalam analisis Bapanas, produksi dalam negeri mampu menopang kebutuhan SPPG dalam pelaksanaan MBG.
"Tentunya sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi pangan pokok strategis yang dikerjakan Kementerian Pertanian, salah satu tujuannya adalah sebagai penopang pelaksanaan MBG. Bapanas telah pastikan pangan pokok strategis sebagai bahan baku menu MBG dapat ditopang dari hasil petani kita sendiri," tutur Sarwo.
Melalui instrumen Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang rutin dilakukan pengkinian setiap bulannya, pangan pokok strategis seperti beras, daging ayam, dan telur ayam ras untuk kebutuhan MBG masih dapat tercukupi dari produksi domestik. Bahkan stok akhir tahun secara nasional untuk tiga komoditas tersebut meningkat dibandingkan carry over stock dari 2024 ke 2025 ini.
Untuk beras, kebutuhan SPPG dalam MBG sepanjang tahun 2025 ini diperkirakan berada di angka 381,8 ribu ton. Ini berasal dari estimasi kebutuhan beras per SPPG, jumlah pemberian menu MBG yang menggunakan beras dalam sebulan, dan jumlah SPPG.
Kebutuhan beras untuk SPPG 381,8 ribu ton tentu dapat ditopang dari produksi beras nasional yang di 2025 ini dapat mencapai 34,79 juta ton. Sementara stok akhir tahun beras secara nasional diperkirakan 12,52 juta ton. Ini meningkat 49,1 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di angka 8,4 juta ton.
Untuk daging ayam, kebutuhan SPPG sepanjang 2025 dapat mencapai 222,7 ribu ton. Ini dapat dipenuhi dari produksi daging ayam dalam negeri yang dapat mencapai 4,2 juta ton. Sementara stok akhir tahun daging ayam di 2025 nantinya diprediksi di level 231,2 ribu ton. Ini meningkat 177,5 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di 83,3 ribu ton.
Terakhir, kebutuhan SPPG untuk telur ayam ras diestimasikan sepanjang 2025 ini di kisaran 127,3 ribu ton. Ini masih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri yang 6,5 juta ton. Sementara stok akhir tahun telur ayam ras secara nasional dapat berada di 74,5 ribu ton. Ini melonjak hingga 154,2 persen karena stok akhir 2024 di angka 29,3 ribu ton.
Keberpihakan terhadap produksi pangan dalam negeri akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani Indonesia. Hal ini pun telah menjadi perhatian utama Kepala Bapanas yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia telah mengutarakan pencapaian kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terkait Nilai Tukar Petani (NTP) sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Izin Bapak Presiden, kesejahteraan petani meningkat. Nilai tukar petani 124,36 dari target 110 dari Menteri Keuangan. Ini tertinggi dalam sejarah. Total kenaikan untuk padi saja pendapatan petani Rp 120 triliun," ungkap Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna (15/12/2025) lalu.
"Berikutnya, produksi kita, produksi beras dari target Bapak Presiden awalnya 4 tahun, kemudian 3 tahun, terakhir 1 tahun, meningkat 4,17 juta ton, ini dari BPS. Insya Allah dua minggu kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari mendatang," tambah Amran.







