*Siaran Pers*
*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*
520/R-BAPANAS/XII/2025
24 Desember 2025
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok nasional pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepastian ini disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa saat meninjau langsung kondisi pasokan dan harga pangan di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok beras nasional dinilai mencukupi dan tersedia di berbagai lini distribusi, termasuk di ritel modern. Ini selaras dengan kalkulasi Bapanas yang telah memastikan ketersediaan beras secara nasional berada dalam tingkat yang sangat baik sampai akhir tahun 2025 ini.
Beras memiliki estimasi stok secara nasional sampai akhir tahun 2025 masih dapat berada di 12,5 juta ton. Ini sudah termasuk stok yang ada di Bulog. Sementara kebutuhan konsumsi beras bulanan secara nasional berada di 2,5 juta ton, maka stok beras nasional nantinya dapat mencukupi hingga hampir 5 bulan lamanya untuk 2026. Selain beras, komoditas pangan pokok lainnya juga terpantau tersedia dengan kondisi stok yang relatif aman.
“Dari hasil pengecekan langsung, kami melihat pasokan pangan, khususnya beras, dalam kondisi cukup dan tidak ada gangguan berarti di tingkat distribusi. Harga juga masih dalam rentang yang terkendali,” ujar Ketut Astawa.
Ia menegaskan bahwa secara prinsip tidak terdapat kendala distribusi yang signifikan, termasuk di tengah tantangan kondisi cuaca di beberapa wilayah. Bapanas, lanjutnya, terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kelancaran pasokan hingga ke tingkat konsumen.
Dalam kesempatan tersebut Store General Manager Transmart Cempaka Putih, Yayan Maulana mengungkapkan bahwa pasokan beras, minyak goreng, gula, dan telur di seluruh Transmart relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pasokan dan ketersediaan stok pangan menghadapi Nataru ini relatif aman. Untuk yang beras SPHP ini alhamdulilah mencapai 1 ton lebih, relatif aman. Minyak dan gula pun juga relatif aman stoknya," ungkapnya.
Astawa juga menyampaikan kembali penegasan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional agar seluruh pelaku usaha pangan menjaga etika usaha dan tidak melakukan praktik permainan harga, terlebih pada momentum hari besar keagamaan maupun di tengah situasi bencana.
“Pesan Bapak Kepala Badan sangat jelas. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan berlebih di saat masyarakat membutuhkan ketenangan dan kepastian. Pemerintah tidak akan ragu menindak jika ditemukan pelanggaran,” tegas Ketut Astawa.
Ia menambahkan, jajaran Bapanas bersama Satgas Pangan telah diperintahkan untuk bergerak cepat menjaga pasokan, merespons kebutuhan daerah, serta memperkuat pengawasan di lapangan. Pemerintah menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga selama periode Nataru.
Dalam kesempatan tersebut, Bapanas juga meminta pemerintah daerah melalui dinas pangan dan dinas perdagangan provinsi serta kabupaten/kota untuk mengintensifkan pengawasan harga dan pembinaan kepada pedagang. Satgas Pangan, baik pusat maupun daerah, diarahkan turun langsung ke lapangan guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan harga, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah terus kami perkuat, terutama dalam penyampaian kebutuhan beras, pengamanan distribusi, serta penyaluran bantuan pangan ke wilayah yang terdampak bencana,” tutup Astawa.
------







