BOYOLALI – Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya “membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat perannya dalam mendorong desa sebagai fondasi ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
“Desa merupakan fondasi pembangunan dari bawah yang menentukan arah kemajuan Indonesia. Apabila desa maju, negara akan maju. Tetapi jika desa tidak berkembang, maka negara juga tidak akan berkembang. Karena kuncinya memang ada di desa,” ujar Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy seusai menghadiri peringatan Hari Desa Nasional di Desa Butuh, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Dikatakannya, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis desa, Bapanas mendorong perbaikan pola konsumsi melalui Program Desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Pada tahun 2025, Desa B2SA melalui Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK Non Fisik) telah dilaksanakan di 800 lokasi yang tersebar di 50 kabupaten di seluruh Indonesia.
Di Jawa Tengah, program Desa B2SA tahun 2025 menjangkau 184 desa di 11 kabupaten, yakni Cilacap, Banjarnegara, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Temanggung, Pemalang, dan Brebes. Program ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat desa terhadap konsumsi pangan sehat berbasis potensi pangan lokal.
Langkah tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Penguatan desa B2SA juga semakin relevan dengan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Lebih lanjut, Sarwo Edhy menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan penguatan kelembagaan desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta sinergi lintas sektor guna memastikan rantai pasok pangan berjalan optimal dari desa hingga ke masyarakat.
“Pemerintah sudah punya konsep Koperasi Desa Merah Putih, program makan bergizi gratis, serta penguatan BUMDes untuk mendukung seluruh program pemerintah di desa,” tutup Sarwo Edhy.







