KULON PROGO – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas ketersediaan dan harga pangan nasional terus dilakukan secara konsisten dan tidak mengendur menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Penguatan pengawasan menjadi fokus pemerintah guna memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali di tingkat konsumen.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/1/2026). Menurutnya, pengendalian pangan memerlukan kehadiran negara secara nyata hingga ke lapangan.
“Sejak 2025, Bapanas telah membentuk Satgas Pengendalian Harga Beras sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pangan nasional. Dari pelaksanaan di lapangan, kami memperoleh banyak pembelajaran penting yang kemudian menjadi dasar penguatan pengawasan di 2026,” ujar Nita.
Ia menjelaskan, pada 2026 Bapanas memperkuat pengawasan melalui pembentukan Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Satgas ini tidak hanya berfokus pada pengendalian harga beras, tetapi juga mencakup pengawasan keamanan dan mutu pangan berbagai komoditas strategis.
Lebih lanjut lagi nita menyampaikan, masukan dan pengawasan Komisi IV DPR RI dalam kunjungan kerja tersebut menjadi penguat bagi Bapanas untuk memastikan kebijakan pengendalian pangan berjalan efektif hingga tingkat daerah, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPR, khususnya Komisi IV, telah melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gejolak pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk pada komoditas daging sapi. Ia mengingatkan bahwa sekitar tiga bulan lalu sempat terjadi kenaikan harga daging sapi yang dipicu lonjakan permintaan.
“Alhamdulillah, dalam satu bulan terakhir pemerintah sudah berhasil menstabilkan harga daging sapi. Berdasarkan laporan dari Menteri Pertanian, insya Allah ketersediaan daging sapi menjelang puasa dan Lebaran mencukupi, dan tentu akan kami kawal,” ujarnya.
Nita menegaskan bahwa selain memastikan kecukupan pasokan, pemerintah juga memandang penting aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan dalam menjaga ketersediaan daging sapi dan kerbau. Ia menekankan bahwa swasembada pangan tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan karbohidrat, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat yang aman dan berkualitas.
Dengan penguatan pengawasan kesehatan hewan dan penjaminan keamanan pangan di seluruh rantai pasok, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, DPR RI, dan pelaku usaha, Bapanas optimistis stabilitas pasokan dan mutu daging dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan tenang.







