BADAN PANGAN NASIONAL
Disiapkan untuk Perkuat Pangan Daerah dan Nasional, NFA Dukung Beroperasinya Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat

Purwakarta, Jawa Barat - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyambut baik diresmikannya Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat. Keberadaan PDP yang pertama di Jawa Barat tersebut disiapkan untuk mendukung ketersediaan dan stabilitas harga pangan baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy, saat menghadiri Peresmian PDP, Rabu, (25/1/2023), di Purwakarta, Jawa Barat. Ia mengatakan, program pembangunan fasilitas distribusi pangan ini dapat menjadi percontohan, sehingga diharapkan bisa dibangun di banyak tempat sebagai penyangga pangan provinsi dan nasional.

“Kami mengapresiasi pembangunan PDP ini, pembangunan pusat distribusi ini sejalan dengan tujuan dan tugas NFA dalam menjamin ketersediaan pangan. Apabila pangan daerah kuat maka pangan nasional pun akan kuat,” ujarnya.

Keberadaan PDP juga, tambahnya, dapat mendukung upaya NFA mendorong ketersediaan neraca pangan daerah. Dengan adanya PDP, maka daerah dapat lebih leluasa mengatur penyerapan, penyimpanan, dan pendistribusian pangannya, sehingga diharapkan penghitungan neraca pangan yang terkait dengan produksi, stok, dan kebutuhan pun dapat terlaksana di daerah secara akurat dan berkelanjutan.

Seperti diketahui, NFA Memiliki tugas menyusun Neraca Pangan satu tahun untuk 11 komoditas pangan strategis, seperti beras, jagung, kedelai, cabai, bawang, telur, daging ayam ras, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. “Kita selalu menghitung berapa produksi dalam negeri, stok awal sebagai stok nasional, dan berapa kebutuhannya untuk 11 komoditas tersebut. Apabila positif komoditas tersebut dapat kita ekspor dan kalau minus neracanya dipersiapkan pengadaan dari luar. Keberadaan Neraca Pangan membantu kita mengambil kebijakan yang tepat. Sebelumnya, di tahun 2022, kita juga sudah meminta seluruh daerah wajib memiliki Neraca Pangan di tahun 2023,” paparnya.

Sarwo berharap, kedepannya PDP ini bukan hanya melakukan aktivitas penyerapan, penyimpanan, dan pendistribusian untuk komoditas beras saja, tetapi juga meliputi 11 bahan pokok penting tersebut. “Kami berharap secara bertahap PDP Jawa Barat bisa melakukan penyerapan, penyimpanan, dan pendistribusian 11 bahan pokok penting. Kami sangat mendukung dan siap melakukan kerja sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi pada kesempatan berbeda mengatakan, pembangunan fasilitas logistik dan distribusi pangan di daerah harus menjadi prioritas mengingat tantangan pemenuhan pangan kedepan yang semakin ketat. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam peresmian Bendungan Sadawarna, 28 Desember 2022 lalu, yang mengatakan, pembangunan fasilitas untuk mendorong produktivitas pangan harus ditingkatkan sehingga ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia semakin baik.

“Arahan presiden jelas untuk memperkuat pangan. Kita ketahui di tahun 2023 ini mengemuka isupotensi krisis pangan global, sudah seharusnya kita secara aktif dan masif menyiapkan strategi dan melakukan berbagai langkah mitigasi. Salah satunya dengan memperkuat fasilitas logistik dan distribusi pangan di seluruh daerah. Langkah yang dilakukan provinsi Jawa Barat ini sudah tepat,” ujar Arief.

Arief mengatakan, dalam penguatan sarana logistik dan distribusi pangan ini NFA siap berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Asosiasi, serta segenap stakeholder pangan. Menurutnya, tahun 2022 NFA telah memulai dengan menyalurkan sarana untuk memperpanjang umur simpan pangan berupa rantai dingin yang terdiri dari cold storage, air blast freezer, dan reefer container, serta sarana pengering produk heat pump dryer. Sarana tersebut disalurkan ke sentra produksi pangan di 8 (delapan) provinsi. Untuk Jawa Barat sendiri, sebagai sentra pangan nasional, NFA telah menyerahkan 6 (enam) unit sarana rantai dingin dan pengering produk, antara lain di sentra cabai dan bawang di Kabupaten Bandung serta daging ayam di Kabupaten Cianjur dan Ciamis.

“Kita juga bersama Pemprov NTB dan pihak swasta telah menginisiasi pembangunan Infrastruktur Pelabuhan untuk mendukung pendistribusian jagung di Teluk Santong, Sumbawa. Fasilitas logistik dan distribusi semacam ini sangat penting untuk penguatan pangan jangka Panjang,” jelasnya. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya saat meresmikan PDP mengatakan, fasilitas gudang PDP ini dikelola dan dikembangkan oleh PT Agro Jabar, BUMD Jawa Barat yang bergerak di sektor pertanian. Fasilitas distribusi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengendalikan ketersediaan dan harga bahan pangan hingga inflasi di wilayah Jawa Barat. 

Diharapkannya, keberadaan PDP seluas 6 hektar yang berlokasi di Jalan Raya Purwakarta - Subang Km 14, Kampung Cisantri, Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta ini dapat memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Barat, sehingga, masyarakat tak perlu lagi merasakan kenaikan harga yang signifikan. "Ini adalah benteng pertahanan terhadap krisis pangan. Nanti semua pangan yang jadi kebutuhan warga atau cadangannya akan disimpan di sini," ujarnya.


——————————

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

komunikasi@badanpangan.go.id

Telp : 087783220455

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA)

017/R-NFA/I/2023

25 Januari 2023

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
08888911888
nfa_official@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik Indonesia
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
IDFOOD
Copyright © 2024 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.