TANJUNG PINANG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam rangka menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional.
Hal ini disampaikan Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, saat menghadiri Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang digelar di Tanjung Pinang serta dilaksanakan serentak di Batam, Bintan, Lingga, dan Natuna, Senin (9/2/2026).
“Pemerintah menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak. Dalam kegiatan ini, Perum Bulog Kantor Cabang Tanjung Pinang menyediakan Minyakita sebanyak 1.000 liter, Beras SPHP 2 ton, serta beras premium 500 kilogram,” ujar Nita.
Lebih lanjut, Nita mengimbau masyarakat untuk menerapkan belanja pangan secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta menghindari perilaku boros pangan guna menjaga keberlanjutan ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Bapanas juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor B/520/797.3/DKP2KH-SET/2023 tentang Gerakan Selamatkan Pangan melalui Rencana Aksi Penanganan Stop Boros Pangan.
“Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Pemerintah menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Selain itu, masyarakat diharapkan turut menerapkan Gerakan Stop Boros Pangan melalui delapan tips penyelamatan pangan,” tambah Nita.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan pangan dan tidak membuang makanan.
Ansar juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus menggiatkan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah merupakan gerakan nasional. Di Provinsi Kepulauan Riau, GPM telah dilaksanakan sebanyak 79 kali pada tahun 2025 dan direncanakan sebanyak 69 kali pada tahun 2026,” jelas Ansar.
Selain itu, Gubernur Kepri mengajak masyarakat mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, salah satunya melalui penguatan Koperasi Merah Putih yang tengah dirancang sebagai distributor utama pemenuhan bahan pangan pokok.
Gubernur Ansar juga mengapresiasi terbentuknya Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Kepulauan Riau sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Perum Bulog KC Tanjung Pinang, PT Indo Jaya Agrinusa, PT Semesta Mitra Sejahtera, asosiasi bahan pokok dan peternak unggas, kelompok penggiat usaha gerai pangan, serta TP PKK Provinsi Kepulauan Riau. Komitmen ini ditujukan untuk peningkatan produksi, stabilisasi harga, dan pasokan pangan di wilayah Kepulauan Riau.
----------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
064/R-BAPANAS/II/2026
10 Februari 2026







