BADAN PANGAN NASIONAL
Dukung MBG, Rumah Pangan B2SA Memasok Bahan Pangan ke SPPG

MEMPAWAH - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui program Rumah Pangan B2SA kembali menunjukkan dampak nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kelompok binaan Rumah Pangan B2SA kini berhasil menjadi pemasok bahan pangan olahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok masyarakat dan memperkuat rantai pasok pangan lokal secara berkelanjutan.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto menyampaikan bahwa keberhasilan kelompok Rumah Pangan B2SA menjadi pemasok SPPG turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi pedesaan. Menurutnya, keterlibatan kelompok masyarakat dalam rantai pasok program MBG membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian desa, serta meningkatkan nilai tambah pangan lokal di daerah.

“Program Rumah Pangan B2SA diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi konsumsi pangan bergizi, tetapi juga mampu tumbuh menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Ketika kelompok binaan dapat terhubung dengan kebutuhan program MBG melalui SPPG, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan hingga penguatan usaha pangan lokal berbasis potensi daerah,” ujar Andriko Senin, (11/5/2026) di Jakarta.

Kelompok TP PKK Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, sebagai penerima manfaat Rumah Pangan B2SA Tahun 2025 dari Bapanas, saat ini memproduksi nugget ikan nila dan nugget ayam untuk memenuhi kebutuhan program MBG di Kabupaten Mempawah. Proses produksi dilakukan secara rumahan (home made) oleh anggota kelompok dengan mengutamakan kualitas bahan baku, kebersihan, dan kandungan gizi produk.

Produk olahan nugget tersebut telah memasok kebutuhan di lima SPPG mitra dengan total penjualan mencapai 17.200 pcs nugget atau setara 430 kilogram per bulan. Produksi dilakukan secara bertahap hampir setiap hari untuk memenuhi permintaan MBG, melibatkan ibu-ibu anggota kelompok mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok, tetapi juga menciptakan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan masyarakat desa.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal mengapresiasi capaian kelompok TP PKK Desa Sejegi yang dinilai mampu menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program Rumah Pangan B2SA tidak hanya membangun kesadaran konsumsi pangan bergizi, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya usaha pangan lokal yang produktif dan berdaya saing dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

“Ini menjadi contoh bahwa pangan lokal bisa diolah menjadi produk yang berkualitas, disukai anak-anak, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa. Kami berharap keberhasilan TP PKK Desa Sejegi dapat menginspirasi kelompok lain di 75 titik Rumah Pangan B2SA untuk terus mengembangkan potensi pangan lokal di daerahnya,” ujar Rinna.

Menu MBG berbahan nugget hasil olahan TP PKK Desa Sejegi disajikan sebanyak empat kali dalam sebulan di SPPG mitra. Permintaan produk diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan pangan bergizi, khususnya apabila kapasitas produksi kelompok dapat terus ditingkatkan.

Selain berhasil mengembangkan usaha pangan lokal, TP PKK Desa Sejegi juga telah memperoleh legalitas usaha berupa SPPL, NIB, dan sertifikat halal. Saat ini kelompok tersebut juga tengah dalam proses pengurusan izin edar dari BPOM guna memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk pangan olahan lokal.

Meski demikian, kelompok TP PKK Desa Sejegi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan perlengkapan produksi yang menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu lebih lama. Dukungan sarana dan prasarana produksi diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas kelompok dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Melalui Rumah Pangan B2SA, Bapanas terus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal agar mampu menciptakan sistem pangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.


-------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

289/R-BAPANAS/V/2026

12 Mei 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.