BADAN PANGAN NASIONAL
Fondasi Indonesia Kuat dengan Stok Beras Pemerintah 4 Juta Ton, Presiden Prabowo Teguhkan Stok Pangan Nasional Aman

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memastikan Indonesia masih ditopang fondasi yang kuat, meskipun ada terpaan gejolak geopolitik dari luar. Salah satunya ditopang oleh ketersediaan stok pangan nasional yang aman. Ini karena baginya pangan adalah hal pokok yang mendasari kebutuhan masyarakat.

"Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini (sebagai) suatu fondasi yang kuat. Apa pun terjadi, pangan kita aman. Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM (Bahan Bakar Minyak)," tutur RI-1 di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

Pandangan Presiden adalah apabila harga BBM benar-benar terpengaruh signifikan, sebagai implikasinya juga dapat berefek pada harga pangan. Kendati demikian, Presiden Prabowo percaya bahwa masalah pangan Indonesia sudah aman.

"Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan. (Namun) kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar," kata Presiden RI Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo turut menginstruksikan program bantuan pangan beras dan minyak goreng bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat berjalan baik. Ini merupakan program yang berpihak pada rakyat karena menyasar langsung ke keluarga penerima manfaat desil satu sampai empat.

"Yakinkan bahwa tambahan bantuan pangan untuk 30 juta keluarga penerima manfaat desil 1, 2, 3 dan 4, (selalu) berjalan dengan baik," ucap Kepala Negara.

Selaras dengan arahan Presiden tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga memegang amanah sebagai Menteri Pertanian melaporkan bahwa komoditas pangan pokok strategis sangat baik, utamanya beras. Stok beras yang dikuasai pemerintah melalui Perum Bulog pun telah mencapai 4 juta ton.

"Kami laporkan stok 11 komoditas strategis, cukup baik. Bahkan sangat baik, khususnya beras. Kami laporkan khusus beras, hari ini mencapai 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton," beber Amran.

Kokohnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di awal tahun 2026 ini berkat agresifnya penyerapan setara beras yang bersumber dari produksi petani dalam negeri. Realisasinya dari Januari sampai tengah Maret ini sudah mendekati 1 juta ton dari total target setahun yang dipatok 4 juta ton.

Dalam laporan yang diterima Bapanas, realisasi serapan Bulog sampai 11 Maret sudah menyentuh angka 963,2 ribu ton. Torehan realisasi ini bahkan telah meningkat 33,9 persen dibandingkan realisasi kuartal pertama pada tahun 2025 yang kala itu berada di angka 719,3 ribu ton.

Langkah ini juga menasbihkan upaya serius pemerintah dalam menjaga kepentingan petani padi. Dalam data perkembangan indeks harga yang diterima petani padi dari Badan Pusat Statistik (BPS), puncak indeks tertinggi dalam 7 tahun terakhir tercatat di September 2025 dengan torehan 146,28.

Capaian indeks tersebut telah jauh melampaui titik kulminasi tahunan mulai tahun 2019 yang ada di Desember 2019 dengan 109,22. Kemudian Maret 2020 dengan 108,82. Lalu Januari 2021 dengan 108,19. Desember 2022 dengan 118,65 dan Desember 2023 dengan 137,75.

Sementara indeks tertinggi di tahun 2024 jatuh pada Februari dengan 146,08. Selanjutnya indeks terakhir di Februari 2026 berada di 144,84 yang juga masih lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 dengan 144,72.

"Ini tertinggi cadangan beras kita. Ini cukup sampai akhir tahun, cukup cadangan kita sekarang untuk beras. Semua aman (untuk) sektor pangan," pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Mengenai pelaksanaan program bantuan pangan beras dan minyak goreng sebagaimana yang disinggung Presiden, Bapanas bersama Bulog telah memulai distribusi paket stimulus ekonomi ini. Per 12 Maret, bantuan pangan telah berhasil dibagikan kepada 103 ribu keluarga penerima manfaat yang tersebar di 14 provinsi.


-----------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

177/R-BAPANAS/III/2026

14 Maret 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.