MIMIKA — Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri terus diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah. Di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kegiatan GPM disambut antusias oleh masyarakat karena memberikan akses bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Babussalam, Distrik Mimika Baru, pada Sabtu (14/3) ini dibuka oleh Bupati Mimika yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Santi Sondag. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan, Perum Bulog Kantor Cabang Timika, serta para pelaku usaha pangan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Santi Sondag, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan melalui berbagai program strategis agar seluruh masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” ujarnya.
Pelaksanaan GPM ini merupakan kegiatan keenam yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika dalam rangka menyambut HBKN Idulfitri. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa subsidi harga pangan agar masyarakat dapat memperoleh komoditas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai pihak, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, serta pelaku usaha pangan seperti Sharon Mart, Toko Lancar, Toko Bangkit Jaya, Bantimurung, dan Hipukami.
Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp12.600 per kilogram, beras premium kemasan 5 kg Rp14.000 per kilogram, beras premium kemasan 10 kg Rp15.000 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, telur ayam Rp30.000 per kilogram, serta gula pasir Rp15.000 per kilogram.
Selain komoditas pokok, kegiatan ini juga menyediakan produk pangan lokal hasil petani Mimika seperti umbi-umbian dan buah-buahan, antara lain nanas dan pisang. Kehadiran produk lokal tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pemanfaatan pangan daerah serta mendukung perekonomian petani setempat.
Masyarakat terlihat antusias memanfaatkan kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Banyak warga berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum hari besar keagamaan, sehingga akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas dan terjangkau dapat terus terjaga.
-----------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
180/R-BAPANAS/III/2026
14 Maret 2026







