JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional dalam kondisi aman di tengah potensi dampak fenomena El Nino. Langkah antisipatif terus diperkuat melalui pengelolaan cadangan pangan yang terkoordinasi serta penguatan produksi dalam negeri di berbagai wilayah.
Kondisi stok pangan nasional hingga awal April 2026 menunjukkan tren yang positif, didukung oleh capaian produksi pada awal tahun serta carry over stok dari tahun sebelumnya. Pemerintah menilai cadangan pangan saat ini berada dalam kondisi yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional, karena kondisi stok dan produksi saat ini berada pada tingkat yang sangat mencukupi di tengah potensi gangguan iklim.
“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala Badan Pangan Nasional bahwa stok pangan kita relatif sangat bagus, kalau kita melihat carry over stok 2025 juga pada saat itu bagus sekitar 12,4 juta ton. Kemudian produksi di bulan Januari hingga maret juga bagus. Artinya untuk ke depan dari sisi stok relatif sangat aman,” ujar Ketut dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan data per 7 April 2026, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berada dalam kondisi yang cukup kuat, terutama untuk komoditas strategis. Stok beras tercatat sekitar 4,6 juta ton atau setara 175 persen dari kebutuhan bulanan nasional, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus stabilitas harga. Sementara itu, ketersediaan komoditas lain seperti jagung sebesar 177 ribu ton, gula konsumsi 48 ribu ton, dan minyak goreng 120 ribu kiloliter juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah kondisi cadangan yang terjaga, pemerintah tetap mencermati berbagai potensi risiko yang dapat mempengaruhi pasokan pangan. Perkembangan iklim, termasuk potensi El Nino, menjadi perhatian sehingga langkah antisipasi terus disiapkan agar ketersediaan pangan tetap stabil.
“Langkah antisipasi terus disiapkan secara matang. Bapak Mentan sekaligus Kepala Bapanas telah menginstruksikan percepatan tanam selama musim hujan, memastikan distribusi pupuk, menyiapkan mekanisasi, serta memperkuat koordinasi. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan produksi tetap terjaga apabila El Nino terjadi,” ujar Ketut.
Ketut mengimbau agar berbagai perkiraan yang berkembang dapat disikapi secara bijak. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena stok pangan aman.
“Kita tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan, termasuk El Nino. Namun kami sampaikan juga kepada masyarakat dengan kondisi stok yang cukup dan langkah antisipasi yang sudah disiapkan, masyarakat tidak perlu panik yang menyebabkan panic buying,” tegasnya.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam RDP bersama Komisi IV DPR RI, selasa (7/4/2026) mengungkapkan adanya tantangan El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan ke depan dapat dimitigasi dengan kesiapan produksi hingga penguatan stok pangan.
“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman. Cadangan beras hari ini, per tadi pagi tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah." ujar Kepala Bapanas Amran.
--------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
213/R-BAPANAS/IV/2026
7 April 2026







