BANDUNG – Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga daging sapi tetap terjaga selama Ramadan 1447 H. Melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, pengawasan terus diperkuat di seluruh rantai pasok, mulai dari feedloter, Rumah Potong Hewan (RPH), hingga pasar rakyat.
Penegasan tersebut disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, saat melakukan pemantauan langsung di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).
“Kami pastikan Satgas Saber bekerja optimal menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga Lebaran nanti. Pemerintah hadir memastikan harga tetap wajar dan pasokan aman bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Kosambi, harga daging sapi terpantau relatif stabil. Salah satu pedagang, Hani, menyampaikan harga paha depan berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sementara paha belakang Rp130.000 per kilogram. Harga tersebut kembali stabil pasca kesepakatan bersama asosiasi pelaku usaha daging sapi pada 22 Januari 2026, dengan harga sapi hidup sebesar Rp55.000 per kilogram (berat hidup).
“Harga relatif stabil. Paha belakang Rp140 ribu itu masih termasuk lemak atau tetelan. Kalau pembeli minta dibersihkan jadi daging murni atau dipotong macam-macam, tentu ada penyesuaian harga,” ujar Hani.
Secara umum, paha depan lebih banyak dimanfaatkan untuk olahan berkuah atau dimasak dalam waktu lama seperti rendang, semur, dan sop karena kandungan jaringan ikatnya membuat cita rasa lebih kuat setelah proses pemasakan. Sementara paha belakang yang teksturnya lebih padat dan relatif minim lemak kerap digunakan untuk olahan seperti dendeng, empal, abon, maupun irisan tipis untuk tumisan. Perbedaan karakteristik potongan tersebut turut memengaruhi preferensi konsumen dan struktur harga yang ada di pasar.
Deputi Ketut Astawa menjelaskan, stabilitas harga di tingkat konsumen sejalan dengan harga di tingkat feedloter dan RPH yang masih berada dalam kisaran Harga Acuan Pemerintah (HAP). Dengan demikian, struktur harga dari hulu hingga hilir tetap terkendali dan transparan.
“Untuk harga karkas di pasar, paha depan Rp130 ribu per kilogram dan paha belakang Rp140 ribu per kilogram. Jika diminta tanpa lemak atau tetelan sehingga menjadi daging murni, tentu terdapat perbedaan harga. Namun secara umum masih dalam batas kewajaran sesuai HAP,” jelasnya.
Dalam kunjungan ke RPH Ciroyom pada Senin malam, harga daging sapi berikut lemak dan tetelannya tercatat berkisar Rp105.000 per kilogram di tingkat RPH. Kondisi ini menunjukkan struktur margin distribusi masih dalam batas normal hingga sampai ke konsumen akhir. Sementara pada kunjungan ke feedloter PT Sapi Liar, harga sapi hidup saat ini stabil di Rp55.000/kg.
Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku usaha guna memastikan distribusi berjalan lancar dan stok mencukupi hingga Idulfitri. Masyarakat juga diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Dengan pengawasan intensif dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, stabilitas harga dan pasokan pangan strategis diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.
“Harga di Pasar Kosambi relatif stabil dan pasokannya sangat cukup. Masyarakat dapat berbelanja dengan tenang,” tutup Ketut Astawa.
------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
136/R-BAPANAS/III/2026
3 Maret 2026







