BADAN PANGAN NASIONAL
Harga Daging Sesuai HAP, Bapanas Pastikan Pasokan Aman di Pasar Gembrong Bogor


BOGOR – Pemerintah memastikan harga daging sapi di Pasar Gembrong, Kota Bogor, berada dalam batas wajar dan sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan tidak terjadi lonjakan signifikan, sementara pasokan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.


Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang periode meningkatnya permintaan selama Ramadan. Berdasarkan hasil pengecekan langsung, harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp 140.000 per kilogram dan masih berada dalam rentang acuan yang telah ditetapkan pemerintah.


Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menegaskan bahwa kondisi harga dan pasokan daging di Pasar Gembrong relatif terkendali. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga menjelang Ramadan hingga Idulfitri.


“Dari hasil pemantauan kami di Pasar Gembrong Bogor, harga daging masih sesuai HAP. Tidak ada kenaikan signifikan dan pasokan tersedia dengan baik. Harga daging sapi Rp 140.000 per kilogram dan masih sesuai HAP pemerintah,” kata Sarwo di Bogor pada Jumat (20/2/2026).


Di tingkat pedagang, harga tersebut juga dinilai masih dalam batas wajar. Agus, pedagang daging yang telah berjualan selama 28 tahun di Kota Bogor, mengatakan harga saat ini Rp 140.000 per kilogram, dan untuk pembelian dalam jumlah besar masih bisa diberikan harga Rp 138.000 per kilogram.


“Saya sudah jualan 28 tahun jualan daging di bogor pak. Sekarang harga Rp 140.000 per kilogram, kalau beli banyak bisa Rp 138.000. Mudah-mudahan tidak naik lagi. Memang seminggu sebelum puasa masih Rp 125.000, sekarang sudah Rp 140.000,” kata Agus sambil melayani pembeli.


Selain daging, harga beras juga terpantau stabil. Beras premium berada di kisaran Rp 14.600–Rp 14.900 per kilogram, sementara beras medium Rp 13.400–Rp 13.500 per kilogram. Harga gula curah berkisar Rp 17.500 per kilogram, dan bawang putih Rp 33.000 per kilogram, masih dalam rentang acuan pemerintah.


Untuk komoditas protein hewani lainnya, harga daging ayam ras stabil di kisaran Rp 40.000 per kilogram dengan stok yang cukup. Pemerintah mencatat telur ayam ras berada di sekitar Rp 31.000 per kilogram atau sekitar Rp 1.000 di atas HAP. Tekanan harga juga terjadi pada cabai, dengan cabai merah keriting sekitar Rp 60.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp 100.000–Rp 120.000 per kilogram.


Sebagai langkah stabilisasi, pemerintah telah melakukan intervensi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan mendorong penggelontoran stok cabai rawit merah dari produsen ke pasar-pasar induk. Rencananya, pasokan yang dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dibanderol sekitar Rp 45.000 per kilogram di tingkat petani, diserap pedagang Rp 50.000 per kilogram, dan ditargetkan dilepas ke konsumen di kisaran Rp 60.000–Rp 65.000 per kilogram.


“Kami mencermati memang ada kenaikan pada telur dan cabai. Untuk telur, kenaikannya sekitar Rp 1.000 di atas HAP. Sementara cabai, kami sudah lakukan intervensi melalui FDP dengan mendorong penggelontoran stok cabai rawit merah dari produsen. Dengan harga produsen tetap terkendali, ini akan berdampak positif ke HAP di tingkat konsumen dan harga perlahan bisa turun,” lanjut Sarwo.


Kestabilan harga pangan pokok strategis selama Ramadan merupakan arahan langsung Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Pemerintah memastikan pengendalian harga dan pasokan pangan menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.


“Perintah Bapak Presiden jelas, harga pangan harus stabil dan terjangkau. Kami pastikan negara hadir menjaga pasokan dan harga, terutama selama Ramadan hingga Idulfitri. Jangan sampai rakyat terbebani. Semua jajaran diminta turun langsung memastikan harga terkendali dan pasokan aman,” tegas Amran (10/3/2025).


Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sepanjang Ramadan hingga Idulfitri. Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjadi prioritas agar petani, pedagang, dan konsumen sama-sama terlindungi.



-----------------------------

*Siaran Pers*

*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*

099/R-BAPANAS/II/2026


20 Februari 2026


BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.