BANDUNG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Kota Bandung dan Kota Cimahi berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun Baru 2026. Kepastian tersebut diperoleh melalui pemantauan secara menyeluruh, mulai dari gudang penyimpanan beras pemerintah, pasar induk, ritel modern, hingga pasar tradisional, guna memastikan pasokan mencukupi serta harga pangan tetap stabil di tingkat konsumen.
“Dari hasil pemantauan kami di Bandung dan Cimahi kemarin (30/12/2025), ketersediaan pangan dalam kondisi aman dan harga relatif terkendali. Beberapa komoditas strategis bahkan mengalami penurunan harga. Ini menunjukkan langkah stabilisasi pasokan dan distribusi yang dilakukan pemerintah berjalan dengan baik, sehingga kita tentunya ” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangannya Rabu (31/12/2025) di Bandung.
Pemantauan di Gudang Bulog Cisaranten Kidul, Bandung, menunjukkan bahwa stok beras di gudang tersebut tercatat 7.109 ton, terdiri atas 6.853 ton beras dalam negeri dan 256 ton beras luar negeri. Dengan kondisi tersebut, ketersediaan beras untuk menghadapi HBKN Tahun Baru 2026 dipastikan aman.
Ketut menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) dikelola optimal agar mampu merespons dinamika permintaan masyarakat.
“Cadangan beras pemerintah menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada momen meningkatnya konsumsi seperti Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.
Hal ini selaras dengan penegasan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, “Stok pangan nasional aman dan cukup. Tidak ada alasan harga naik, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemerintah akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran harga di atas ketentuan,” tegas Kepala Bapanas Amran saat melakukan sidak di Pasar Tebet, Selasa (30/12/2025).
Lebih lanjut pemantauan di Pasar Induk Caringin, Bandung menunjukkan stok komoditas pangan strategis berada dalam kondisi aman dan terkendali, dengan sejumlah harga tercatat menurun. Harga telur ayam ras berada di Rp30.500/kg (turun dari Rp32.000/kg), cabai rawit merah Rp35.000/kg (turun dari Rp50.000/kg), cabai merah keriting Rp25.000/kg (turun dari Rp30.000/kg), dan bawang merah Rp25.000/kg (turun dari Rp27.000/kg).
Sementara itu, cabai merah besar tercatat Rp30.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, dan cabai merah kering berada di kisaran Rp68.000/kg.
Selain itu, pemantauan di ritel modern Yogya, stok pangan strategis dinilai cukup aman. Beberapa komoditas seperti telur ayam dan daging ayam terpantau mengalami penurunan harga, sementara beras premium diberikan harga promo guna menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, pemantauan di Pasar Atas Cimahi yang dilakukan bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso huga menunjukkan kondisi serupa. Harga telur ayam ras turun dari Rp32.000/kg menjadi Rp30.000/kg, daging ayam dari Rp40.000/kg menjadi Rp38.000/kg, serta beras dari Rp13.500/kg menjadi Rp13.000/kg, dengan beras premium di kisaran Rp14.000/kg.
Deputi Ketut menegaskan komitmen Bapanas untuk terus hadir di lapangan, bersama sinergi seluruh stakeholder terkait.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan intervensi yang diperlukan agar pasokan pangan tetap terjaga dan masyarakat dapat menyambut Tahun Baru 2026 dengan tenang,” pungkasnya.
-------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
537/R-BAPANAS/XII/2025
31 Desember 2025







