BADAN PANGAN NASIONAL
Indonesia Swasembada Pangan, Kebutuhan Sumber Protein dan Karbohidrat Tanpa Impor

JAKARTA — Indonesia kian memperkuat capaian swasembada pangan nasional, khususnya pada pemenuhan kebutuhan pangan pokok strategis berupa sumber karbohidrat dan protein. Capaian ini menegaskan bahwa produksi pangan dalam negeri telah mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional tanpa ketergantungan pada impor.

"Pangan kita ini sudah swasembada pangan, protein dan karbohidrat. Jadi pangan yang dibutuhkan tubuh itu protein dan karbohidrat. Kita sudah swasembada hari ini," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Dalam penjabarannya, Amran menyebutkan berbagai pangan pokok strategis yang telah mencapai level swasembada antara lain beras, telur ayam ras, dan daging ayam serta jagung pakan. Keempat komoditas tersebut merupakan sumber karbohidrat dan protein serta pendukung produksi sumber protein hewani. 

Pencapaian swasembada karbohidrat dan protein tersebut termaktub dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025. Untuk beras sepanjang tahun 2025 tidak ada impor karena produksi setahun mencapai 34,69 juta ton telah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 31,16 juta ton.

Sementara untuk daging ayam ras dan telur ayam ras juga swasembada. Sepanjang 2025 tidak ada importasi karena produksi dalam negeri masih melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan konsumsi setahun 4,12 juta ton. Untuk produksi telur ayam ras 6,54 juta ton dengan konsumsi setahun 6,47 juta ton.

Kondisi tanpa impor juga ada di jagung pakan. Setelah tahun 2024 sempat ada impor jagung pakan, sepanjang 2025 dipastikan tidak ada impor lagi. Produksi jagung pakan kadar air 14 persen sepanjang 2025 berada di 16,16 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 15,23 juta ton.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menuturkan masih ada lagi beberapa pangan pokok strategis yang sudah tidak bergantung pada importasi. Bahkan ia katakan Indonesia sudah menjadi eksportir bagi kebutuhan pasar global.

"Bawang merah, gula konsumsi, cabai, juga sudah. Bahkan ada yang ekspor, yakni minyak goreng. Kita termasuk ekspor terbesar dunia. Kita yang mensuplai dunia. Jadi semua ini sudah swasembada dan ditambah ikan, sudah ada pangan kita. Kalau yang belum itu kedelai, bawang putih, susu, daging," tambah Amran.

Menurut Amran, visi swasembada pangan yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto merupakan kunci utama dalam penanganan krisis akibat terdampak geopolitik dan perubahan iklim. Adanya perubahan target swasembada menjadi hanya satu tahun menjadi titik pembuktian keampuhan visi Presiden Prabowo.

"Untuk menangani krisis, kalau tidak ditangani dari sejak dilantik Bapak Presiden, tidak terjadi hari ini. Kita bisa berantakan hari ini. Empat tahun rencana awal swasembada, begitu Bapak melihat ada geopolitik yang memanas, Pak Mentan, apapun caranya, satu tahun. Jadi, ini luar biasa satu tahun swasembada. Dan, stok cadangan beras kita insya Allah bulan ini lima juta ton," urai Amran.

Dalam stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini, beras memang menjadi stok yang terbesar. Per 7 April, stok CPP dalam bentuk beras bahkan telah mencapai 4,6 juta ton dan telah melampaui rekor stok pada tahun sebelumnya yang pernah berada di angka 4,2 juta ton.

Sementara untuk stok CPP lainnya, Bapanas mencatat jagung pakan ada 177 ribu ton, minyak goreng 122 ribu kiloliter, dan gula konsumsi 48 ribu ton. Kemudian daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam ras 39 ton, dan telur ayam ras 7 ton.


---------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

215/R-BAPANAS/IV/2026

7 April 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.