SURABAYA — Menjelang Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Jawa Timur dalam kondisi terjaga. Kepastian tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur (12/2/26).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar dari hulu hingga hilir. Bapanas bersama Satgas Pangan, pemerintah daerah, serta pelaku usaha telah memperkuat pengawasan dalam lebih dari dua pekan terakhir melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan guna mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Jadi, hari ini kami monitoring harga, bersama rekan-rekan dari Komisi IV DPR RI, memastikan harga kebutuhan pangan pokok di Surabaya dan Jawa Timur secara keseluruhan, harga dan stoknya stabil sesuai dengan HAP dan HET,” ujar Andriko.
Ia menjelaskan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan asosiasi dan produsen besar. Komitmen bersama telah ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan agar pelaku usaha tidak menaikkan harga di luar ketentuan pemerintah.
“Kami dengan Satgas Pangan, provinsi dan kabupaten, sudah bekerja lebih dari 15 hari, memastikan bahwa distribusi, baik di tingkat produsen, distributor maupun di tingkat konsumen, harganya tetap baik,” katanya.
Komitmen tersebut mencakup komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, jagung, telur, dan daging ayam. Peran Bulog diperkuat untuk menjaga kecukupan stok dan stabilitas pasokan.
“Harapannya, kalau produsen besarnya sudah kita komitmenkan, bulog sudah komitmen, bulog itu nanti yang beras dan minyak goreng, minyakita, kemudian jagung juga akan kita upayakan, nanti yang gede-gede, yang kedelai, yang telur, yang ayam, yang pemerintah tidak punya itu, kita komitmen dengan para pelaku usaha. Dan para pelaku usaha kemarin sudah datang dan menyatakan siap untuk mendukung upaya pemerintah menstabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang ramadhan dan lebaran,” tambahnya.
Terkait pasokan, ia memastikan kondisi Jawa Timur relatif aman. Fluktuasi masih terjadi pada komoditas cabai akibat faktor cuaca yang memengaruhi produksi.
“Ya, jadi untuk pasokan selain cabai, kalau cabai ini masih ada goyang-goyang sedikit, tapi selain cabai, untuk Jawa Timur semuanya clear, aman. Produsen-produsen besar semuanya di Jawa Timur. Bahkan Jawa Timur itu bukan hanya untuk masuk Jawa Timur, tapi juga nasional, tapi juga wilayah-wilayah lain terutama Indonesia Timur ya, NTT dan seterusnya pakai di Jawa Timur,” jelasnya.
Ia menekankan peran strategis Jawa Timur sebagai penyangga pasokan nasional.
“Jadi kalau Jawa Timur goyang, nasional goyang. Jadi kita pastikan Jawa Timur aman. Ini cabai kenapa harganya agak fluktuatif, karena memang pasokannya agak sedikit. Bergantung dengan cuaca yang agak kurang bagus kemarin, sehingga produksinya di petani agak menurun sedikit,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR dalam memastikan kesiapan pemerintah menghadapi Ramadan. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah koordinatif yang telah dilakukan NFA bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, dalam rangka pengawasan, hari ini Komisi IV berkunjung ke Pasar Wonokromo di Surabaya, kita turun untuk memastikan bahwa dalam menghadapi Ramadan ini, semua stok bahan pokok terjamin aman. Harganya juga semua insya Allah terjangkau,” ujar Ahmad Yohan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kenyamanan pedagang dan kelancaran distribusi agar masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar.
“Oleh karena itu, kita tentu harus terus menjaga agar para pedagang ini nyaman. Sehingga tadi semua pihak-pihak seperti Bulog menjamin insya Allah distribusi sembako ini akan berjalan lancar, tepat waktu, tepat juga jumlahnya. Sehingga ini kita sediakan tetap terjaga di hampir semua pasar di Jawa Timur ini. Itu kita sangat bersyukur. Terima kasih,” katanya.
Ahmad Yohan berharap stabilitas ini dapat dipertahankan hingga Ramadan dan seterusnya.
“Mudah-mudahan itu (stabilitas pangan) terjaga sampai Ramadan, bahkan sampai dengan bulan-bulan berikutnya. Oke ya? Baik,” tutupnya.
Melalui sinergi pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, stabilitas pangan di Jawa Timur diharapkan tetap terjaga sebagai penopang pasokan nasional, khususnya dalam momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
-------------------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
076/R-BAPANAS/II/2026
12 Februari 2026







