JAKARTA – Komoditas percabaian secara nasional mulai memperlihatkan tren harga yang mulai melandai. Tentunya salah satu faktor pengaruhnya adalah musim penghujan yang membuat intensitas petikan petani cabai tidak sama seperti kondisi normal.
Kendati begitu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis harga komoditas cabai akan membaik. Tren penurunan harga ia pastikan mulai terjadi.
"Cabai, kemarin yang aku pantau itu cukup baik, bahkan turun. Tetapi ini kami kira karena ada bencana, hujan, kalau cabai naik sedikit masih wajar," papar Amran di Jakarta pada Senin (22/12/2025).
Tren melandainya harga cabai ini dapat dilihat melalui Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas. Per 21 Desember, semua jenis cabai yang ada dalam monitor Panel Harga Pangan mengalami penurunan harga dibandingkan seminggu sebelumnya di rentang 6 sampai 7 persen.
Untuk cabai merah keriting, rerata harga secara nasional di 21 Desember berada di Rp 55.734 per kilogram (kg). Ini turun 7,82 persen dibandingkan kondisi harga pada seminggu sebelumnya yang masih berada di Rp 60.461 per kg.
Sementara, untuk cabai rawit merah per 21 Desember berada di rerata harga Rp 66.713 per kg. Ini juga telah menurun 6,03 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang masih bercokol di Rp 70.996 per kg.
Untuk cabai merah besar, rerata harga secara nasional per 21 Desember berada di Rp 49.847 per kg. Ini sudah menurun cukup signifikan sebesar 7,61 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang saat itu masih berada di Rp 52.554 per kg.
Mulai melandainya harga percabaian ini salah satunya merupakan dampak upaya pemerintah menjaga distribusi dari daerah-daerah sentra produksi cabai, termasuk daerah terdampak bencana alam. Sebagaimana diketahui, salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah yakni melakukan pengangkutan hasil-hasil panen cabai petani Aceh ke Jakarta dengan memanfaatkan armada udara yang membawa logistik bantuan.
"Petani kita, termasuk cabai, tidak boleh rugi. Mereka harus kita bantu. Hasil jerih payah mereka harus terdistribusikan dengan baik ke daerah konsumen yang membutuhkan pasokan, seperti Jakarta. Ini telah kami lakukan," kata Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Kesiapan produksi cabai dalam negeri tersebut sejalan dengan Proyeksi Neraca Pangan yang Bapanas susun per Desember 2025. Untuk cabai besar, produksi bulanannya diestimasikan meningkat 22,3 persen di Desember dibandingkan November. Cabai besar di Desember dapat mencapai produksi 127,8 ribu ton, sementara November 104,5 ribu ton.
Untuk produksi cabai rawit di Desember 2025 ini diperkirakan dapat mencapai 108,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi cabai rawit bulanan secara nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah berada di kisaran 76 ribu sampai 78 ribu ton. Dengan begitu, produksi bulanan masih cukup memenuhi kebutuhan konsumsi.
Selain itu, stok cabai besar dan cabai rawit secara nasional sampai akhir tahun 2025 ini juga masih dalam level yang mencukupi. Untuk cabai besar diestimasikan stok sampai akhir tahun di 63,4 ribu ton. Sementara stok sampai akhir tahun cabai rawit berada di kisaran 49,3 ribu ton.
---------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
512/R-BAPANAS/XII/2025
22 Desember 2025







