JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi dan Firman Subagyo mengapresiasi gerak cepat pemerintah, khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas), dalam meredam potensi kenaikan harga serta memastikan ketersediaan pangan pokok tetap aman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama jajaran pemerintah di bidang pangan pada Selasa (3/2/2026).
Dwita Ria Gunadi menuturkan, paparan pemerintah mengenai kondisi stok pangan nasional memberikan rasa tenang menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami merasa lega karena menjelang Lebaran dan hari besar keagamaan, stok pangan nasional dalam kondisi cukup aman. Ini menunjukkan kerja cepat dan koordinasi yang baik dari pemerintah,” ujar Dwita Ria dalam rapat tersebut.
Ia juga mengapresiasi respons pemerintah dalam menyikapi dinamika harga daging sapi yang sempat menjadi perhatian pelaku usaha.
“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kenaikan harga daging sapi. Kesepakatan penetapan harga sapi bakalan hidup di kisaran Rp 55.000 per kilogram hingga Lebaran menjadi solusi yang menenangkan pelaku usaha dan menjaga stabilitas pasokan daging di pasar,” jelasnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo turut menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mampu mencapai target ketersediaan pangan dalam waktu relatif cepat. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional juga telah memastikan bahwa ketersediaan pangan pokok strategis dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Firman.
Ia menyoroti posisi stok beras nasional yang dinilai sangat kuat pada awal tahun. Berdasarkan data terbaru, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 3,25 juta ton. Di sisi lain, realisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus berjalan, dengan capaian sekitar 902,7 ribu ton per 31 Januari 2026.
“Posisi stok beras pemerintah saat ini berada pada level yang sangat baik dan menjadi salah satu yang tertinggi di awal tahun. Ketersediaan pangan strategis lainnya juga dalam kondisi mencukupi sebagaimana tabulasi yang telah dipaparkan,” lanjutnya.
Firman juga menyambut baik komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan selama periode hari besar keagamaan melalui penguatan pengawasan di lapangan.
“Kedua, yang menggembirakan adalah pemerintah juga berkomitmen menjaga harga pangan pokok strategis selama hari besar keagamaan Ramadan dan Idulfitri dengan peningkatan pengawasan. Langkah ini penting agar kebijakan harga berjalan efektif dan benar-benar melindungi masyarakat,” tegas Firman.
Selain aspek ketersediaan dan harga, ia menekankan bahwa keamanan dan mutu pangan juga harus menjadi perhatian bersama.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan pangan yang cukup dan terjangkau, tetapi juga aman dan bermutu. Ini bagian penting dari perlindungan konsumen yang harus terus diperkuat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga pangan yang telah ditetapkan.
"Barang siapa yang menaikkan harga di atas HET izinnya kami cabut di tahun ini. Ini kami tindak dan kami sudah himbau dan surati semua, alhamdulillah kemarin sempat kami melakukan sidak saat harga naik satu hari dan langsung turun," tegas Amran.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap komoditas strategis pangan akan terus diperketat sepanjang tahun ini.
“Jadi kami sampaikan seluruh strategi pangan di tahun ini akan dilakukan penindakan bila dia melanggar, bukan lagi himbauan seperti tahun sebelumnya. Kami tidak memberi ruang gerak,” lanjutnya.
Penegasan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pangan pokok tetap terjangkau menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
*Siaran Pers*
*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*
—-/R-BAPANAS/II/2026
4 Februari 2026







