BADAN PANGAN NASIONAL
Komisi IV DPR RI Apresiasi Respons Cepat Kepala Bapanas Salurkan Bantuan Pangan ke Aceh

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI T.A. Khalid mengapresiasi respons cepat pemerintah, khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas), dalam menyalurkan bantuan pangan ke Aceh saat wilayah tersebut dilanda bencana. Apresiasi tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian, Rabu (14/1/2026).

Ia menuturkan, percepatan penyaluran beras bantuan ke Aceh dilakukan dalam situasi darurat, bahkan ketika kendala administrasi dan akses wilayah terdampak banjir masih terjadi. Anggota DPR dengan daerah pilihan Aceh ini menyaksikan langsung bagaimana koordinasi antarlembaga berjalan cepat demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bapanas. Pak Mentan tadi menyampaikan perihal beras, terima kasih Pak. Di tengah malam saya telepon, kondisi daerah kami sedang banjir. Namun beras bisa segera dikeluarkan. Itu saya pikir luar biasa,” ujar T.A. Khalid dalam rapat tersebut.

Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan kehadiran negara pada saat masyarakat paling membutuhkan. Ia menilai kolaborasi antara Bapanas, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah menjadi simpul yang kuat sehingga penyaluran bantuan pangan di Aceh terus berjalan. 

Legislator T.A. Khalid juga menegaskan bahwa meskipun dampak bencana di Aceh cukup parah, penanganan pangan yang sigap membuat kondisi di lapangan dapat dikendalikan dengan baik. 

“Beliau jam empat malam keluarkan beras, masalah surat (bisa) besok, Pak Menteri oke kan, sehingga alhamdulillah (meskipun) bencana kami parah tapi penanganannya bagus. Itu terima kasih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar penguatan koordinasi tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Memasuki fase pasca darurat dan pemulihan, sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan kementerian/lembaga terkait perlu terus diperkuat.

“Kita ingin membantu Aceh, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah hari ini, tetapi membangun Aceh untuk masa depan. Koordinasi harus semakin kuat,” pungkasnya.

Terkait itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program-program bantuan pangan untuk mendukung pemulihan pascabencana akan terus dikerjakan secara kolaboratif. Stok beras di daerah bencana pun dipastikan kuat.

"Sebagai Kepala Bapanas, kami kirim bantuan regular untuk percepatan dan bantuan nonregular. Totalnya Rp 1,2 triliun. Itu kami kirim semua. Beras lebih dari 50 ribu ton, 6 ribu ton minyak goreng. Ini bantuan negara. Kami sudah juga diskusi rakortas bersama Menko Pangan bahwa ada bantuan, kita sudah usulkan," kata Amran.

Adapun program bantuan reguler berupa bantuan pangan beras dan minyak goreng tahun 2025 masih terus berlanjut sampai akhir Januari 2026. Untuk 3 provinsi terdampak bencana, pemerintah pun memastikan akan terus menggencarkan untuk mendukung pemulihan masyarakat di sana.

Per 14 Januari, bantuan pangan reguler untuk Provinsi Aceh telah tersalurkan sebanyak 9,8 ribu ton beras dan 1,9 juta liter minyak goreng. Sementara bantuan nonreguler Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bencana alam (bencal) per 9 Januari telah mencapai 12,5 ribu ton.

Selanjutnya untuk Provinsi Sumatera Utara, per 14 Januari telah tersalurkan dalam bentuk program bantuan pangan reguler sebanyak 15,4 ribu ton beras dan 3 juta liter minyak goreng. Sementara CBP bencal hingga 9 Januari telah mencapai 5,1 ribu ton beras.

Terakhir, untuk Provinsi Sumatera Barat, per 14 Januari telah disalurkan dalam bentuk program bantuan reguler berupa 6,8 ribu ton beras dan 1,3 juta liter minyak goreng. Untuk bantuan CBP bencal, Sumatera Barat telah tersalurkan 1,07 ribu ton beras sampai 9 Januari. 

Secara akumulatif, total beras yang telah tersalurkan bagi masyarakat 3 provinsi tersebut telah mencapai 50,7 ribu ton beras. Sementara dalam bentuk minyak goreng telah disalurkan sebanyak 6,4 juta liter.

"Kemudian harga pangan, masalah pangan, kami sejak awal siapkan, terutama Aceh, 71 ribu ton beras di lokasi dan di gudang masih siap. Kami siapkan 3 kali lipat daripada kebutuhan, terutama untuk 3 provinsi. Jadi untuk pangan, aman," ujar Kepala Bapanas Amran.

"Yang jelas setiap ada permintaan dari kabupaten dan provinsi kami penuhi. Kenapa? Pangannya ada, berasnya ada di wilayah masing-masing. Bahkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat kami sudah supply dari luar. Aceh berasnya masih cukup besar. Jadi mari kita gandengan tangan menyelesaikan masalah, meringankan beban saudara kita," kata Amran lagi.

Untuk diketahui, per 14 Januari, total stok beras standby yang dikelola Perum Bulog di 3 provinsi terdampak bencana tersebut masih ada hingga total 106 ribu ton. Rinciannya di Aceh 71,3 ribu ton. Lalu Sumatera Utara 25,6 ribu ton dan Aceh 9,6 ribu ton.


-------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

018/R-BAPANAS/I/2026

14 Januari 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.