SUBANG – Komisi IV DPR RI menaruh perhatian terhadap pentingnya peran Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (6/12/2025) mengungkapkan bahwa stabilitas perberasan harus dilihat secara terintegrasi, mulai dari fasilitas penelitian dan pengembangan benih di hulu hingga menjaga pasokan dan harga di hilir.
“Badan Pangan Nasional bertanggung jawab memastikan pasokan terjaga, harga beras stabil, serta penyelarasan perencanaan produksi nasional. Sementara Perum Bulog menjaga stabilitas harga gabah dan beras melalui serapan yang kuat dan pengelolaan CBP,” ujar Panggah.
Ia juga menekankan perlunya penguatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh instansi terkait di hulu merupakan elemen penting dalam membangun sistem perberasan yang lebih kokoh. Penguatan tersebut mencakup pemetaan ulang mengenai tugas pokok dan fungsi penelitian dan pengembangan serta dukungan anggaran yang memadai.
Menanggapi hal tersebut, Inspektur Bapanas Imron Rosjidi yang hadir dalam kunker menyatakan kesiapan Bapanas dalam implementasi arahan Komisi IV DPR RI tersebut. Imron bilang berbagai program stabilisasi perberasan sudah konsisten dan akan terus dijalankan sepanjang tahun.
"Tentu sesuai komando Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, arahan pertama beliau adalah agar bagaimana pemerintah dapat menjadi pengendali harga beras. Hasilnya melalui upaya kolaboratif dengan meningkatkan pengawasan dan penyaluran stok beras pemerintah, harga beras bergerak cukup baik tanpa memberi dampak bagi harga di petani," terang Imron.
Adapun salah satu program andalan pemerintah untuk menekan harga beras adalah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Melalui penugasan Bapanas ke Perum Bulog, realisasinya sampai 6 Desember telah berhasil terjual ke masyarakat sebanyak 678,5 ribu ton.
Dalam pantauan Bapanas melalui Panel Harga Pangan, rerata harga beras medium secara nasional pun mengalami reduksi dalam sebulan terakhir. Per 5 Desember, rerata harga beras medium di Zona 1 berada di Rp 13.067 per kilogram (kg) atau 3,21 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini juga menurun 1,79 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang berada di Rp 13.098 per kg.
Di Zona 3 beras medium secara nasional tercatat telah berada di bawah ambang HET. Per 5 Desember berada di Rp 15.529 per kg atau 0,19 persen di bawah HET yang ditetapkan Rp 15.500 per kg. Rerata harga tersebut juga tercatat menurun hingga 2,62 persen dibandingkan sebulan lalu yang masih berada di Rp 15.947 per kg.
Bukti keberhasilan pemerintah sebagai pengendali harga beras ini telah sesuai arahan Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman. Ia meramu strategi intervensi perberasan dengan mengandalkan tim kerja yang terpadu dan saling bahu-membahu lintas instansi.
"Adapun penurunan harga beras dilakukan melalui intervensi terpadu. Mulai dari operasi pasar penyaluran beras SPHP, bantuan pangan, penguatan distribusi cadangan pangan daerah hingga pengawasan di lapangan. Jadi terpadu, kami membentuk tim terpadu untuk menurunkan pangan, ternyata sangat efektif," kata Amran di rapat bersama Komisi IV DPR RI (24/11/2025) lalu.
Sementara, masih di forum kunker Komisi IV DPR RI hari ini, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meneguhkan peran penting Bulog sebagai pihak yang melakukan absorpsi panen petani Indonesia. Ia nyatakan hasil serapan dari petani selanjutnya akan dibagikan Bulog ke masyarakat tanpa terkecuali.
"Bulog adalah penyerap beras yang besar, hasil serapan dari para petani. Nah, serapan kami ini kan kita distribusikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami mohon pada BRMP, bagaimana caranya dapat bibit yang berkualitas, khususnya yang memiliki vitamin yang tinggi. Karena apa? Ini kan kita nanti Bulog akan menyalurkan beras ini kepada MBG (Makan Bergizi Gratis)," ujar Rizal.
"Nah ini kan yang makan anak-anak sekolah kita. Kita ibaratkan, sekarang kita investasi untuk anak-anak kita sampai 20-30 tahun ke depan. Untuk menyongsong Indonesia Emas. Jadi kita bekali dia dengan makan tiap hari itu dengan nasi juga yang bervitamin. Bukan hanya lauk-lauk yang bervitamin, sehingga mendorong dan mempercepat Indonesia menjadi negara super power. Harapan kami seperti itu," tukasnya.
Terkait realisasi pengadaan setara beras hasil produksi dalam negeri, Bulog telah sukses melampaui target serapan 3 juta ton pada tahun 2025 ini. Sampai 5 Desember, total pengadaan dalam negeri mencapai 3,384 juta ton yang terdiri dari 3,157 juta ton untuk stok CBP dan 226,8 ribu ton untuk stok komersial.
---------------







