LHOKSEUMAWE – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh sandar di Pelabuhan Lhokseumawe, Minggu (14/12/2025), membawa bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan distribusi logistik pangan ke daerah yang membutuhkan, sekaligus memastikan negara hadir hingga titik terdalam lokasi bencana.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, yang hadir langsung di atas kapal, menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang diangkut KRI Banda Aceh merupakan kebutuhan pangan dan dikawal secara penuh sejak keberangkatan hingga penyerahan.
“Jadi hari ini saya di KRI Banda Aceh bersama Pak Yanuar, Komandan KRI Banda Aceh. Jadi hari ini kita sudah menyerahterimakan barang-barang bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional yang dikirim oleh Pak Menteri Pertanian melalui KRI Banda Aceh,” ujar Andriko.
Ia menjelaskan, setelah proses serah terima, bantuan akan segera diteruskan ke mekanisme penyaluran kebencanaan agar sampai ke masyarakat terdampak.
“Jadi hari ini kita melakukan penyerahan bantuan dari KRI Banda Aceh kepada rekan yang ada di sini. Nah nanti kami akan lanjutkan menyerahkan bantuan ini ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Nanti dari BNPB kemudian akan berkomunikasi dengan BPBD, kabupaten, dan kota agar bisa diberikan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Andriko juga menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, khususnya KRI Banda Aceh, yang telah mendukung penuh distribusi logistik pangan dan kebutuhan sehari-hari dalam jumlah besar.
Komandan KRI Banda Aceh 593, Letkol Laut (P) Yanuar Rizky Widjaya, M.Tr.Opsla, membenarkan bahwa muatan bantuan kali ini merupakan yang terbesar sepanjang operasi angkut material yang pernah mereka lakukan.
“Selama kami melaksanakan operasi bantuan ataupun angkut material, ini adalah yang paling banyak yang pernah kami bawa. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan kami untuk membantu wilayah yang terdampak korban banjir dari bantuan Kementan dan Bapanas,” ujar Yanuar.
Dalam bantuan tahap pertama yang disalurkan melalui jalur laut dan udara, total mencapai Rp 34,8 miliar. Jenis bantuan yang dikirimkan melalui KRI Banda Aceh berupa ribuan paket kebutuhan pokok dan pangan siap saji, di antaranya beras 36,4 ton, minyak goreng 3,948 liter, gula 7 ton, mi instan 3.609 dus, air mineral 1.150 dus, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian, perlengkapan mandi, hingga genset untuk mendukung operasional posko dan dapur umum. Seluruh bantuan disiapkan untuk memastikan kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara cepat selama masa tanggap darurat.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa percepatan penyaluran bantuan tidak terlepas dari kuatnya sinergi lintas sektor, khususnya dengan TNI Angkatan Laut. Menurutnya, dukungan armada laut menjadi faktor krusial untuk memastikan bantuan pangan dan logistik kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan terpantau hingga ke titik penerima akhir.
“Kami ucapkan terima kasih pada Pak KSAL. Luar biasa kerja samanya. Begitu kami butuh kapal, beliau langsung siapkan. Ini kolaborasi yang luar biasa. Kemudian kami kawal sampai ke kapal. Dari kapal sampai di tujuan, tim kami sudah di lapangan menunggu. Di Aceh ada Pak Letnan Jenderal Irham Purnawirawan. Kemudian ada Pak Andriko. Jadi kita kawal sampai di lapangan dan kami minta laporan kuantumnya, jumlahnya, setiap jenis barang yang tiba di lokasi,” ucap Amran.
Melalui pengiriman tahap pertama ini, Badan Pangan Nasional menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan pangan tersalurkan cepat, aman, dan tepat sasaran. Sinergi lintas kementerian dan TNI AL menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana, negara bergerak bersama untuk menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban masyarakat terdampak.







