BADAN PANGAN NASIONAL
Langkah Terpadu Jelang Nataru, Bapanas Jaga Pasokan dan Harga Beras

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

516/R-BAPANAS/XII/2025

23 Desember 2025


JAKARTA - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman. Upaya pengamanan dilakukan melalui penguatan distribusi, pengawasan harga, dan sinergi lintas kementerian/lembaga serta aparat penegak hukum.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menyampaikan apresiasi atas peran Satuan Tugas (Satgas) Pangan dalam menjaga stabilitas harga beras. 

“Yang selanjutnya kami juga terima kasih kepada teman-teman kepolisian khususnya oleh Satgas Pengendalian Harga Beras. Selanjutnya, kita lihat semenjak ada Satgas Pengendalian Harga Beras, harga beras medium, premium baik di zona 1 dan 2 mengalami penurunan yang cukup signifikan dan sebetulnya sudah di bawah HET. Namun, khusus di zona 3 di Maluku-Papua memang trennya masih tetap stabil tinggi," terang Maino saat Rapat Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (22/12/25).

Untuk memperkuat pasokan di wilayah timur, Bapanas bersama Kementerian Pertanian telah mengambil langkah konkret. “Tapi kemarin, dua minggu yang lalu, Kepala Badan Pangan/Menteri Pertanian telah launching menyalurkan beras di wilayah Papua. Kita sudah menyewa gudang-gudang filial di seluruh wilayah Kabupaten Papua yang saat ini mungkin tidak tersedia gudang Bulog. Sehingga diharapkan dengan adanya gudang Bulog tersebut, suplai pasokan beras di semua wilayah ini akan meningkat,” tutur Maino.

Maino menegaskan bahwa pengamanan pasokan menjadi perhatian utama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Prinsipnya dengan ketersediaan pangan yang cukup, mestinya kita semuanya, para pelaku pangan, pelaku usaha pangan, sama-sama untuk bisa menjaga harga pangan maksimal HET ataupun HAP,” tegasnya.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya respons cepat terhadap potensi pelanggaran harga. “Yang kedua, disampaikan oleh Kepala Badan, Pak Menteri Pertanian, apabila ditemukan hal-hal yang di luar kewajaran bisa disampaikan oleh lapor Pak Amran," ujar Maino.

Penguatan peran BUMN menjadi bagian dari strategi stabilisasi harga. Bapanas menyambut baik niat Kementerian Perdagangan terkait alokasi 35 persen Minyak Kita melalui BUMN, Bulog maupun ID Food yang akan berlaku mulai tahun depan.

"Mudah-mudahan dengan adanya alokasi tersebut, Minyak Kita di pasaran, sama-sama bisa kita pastikan dijual maksimal HET,” jelas Maino.

Di sisi distribusi, Bapanas memberikan dukungan pembiayaan dari daerah surplus ke wilayah defisit melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Terhitung sampai saat ini telah didistribusikan lebih dari seribu ton, dengan mayoritas komoditasnya adalah beras. 

Lebih lanjut, Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan di berbagai daerah sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga. GPM dilaksanakan oleh Dinas Pangan Provinsi maupun Kota, yang sampai kemarin telah tercatat 11.831 kali dilaksanakan.

Adapun perkembangan program stabilisasi beras melalui realisasi beras SPHP dan Bantuan Pangan, diketahui telah menyentuh angka 749 ribu ton dari target 1,5 juta ton. Sementara itu, Bantuan Pangan November-Desember telah tersalurkan sebesar 84,43 persen. 

Pemerintah memastikan pengamanan stok komoditas pangan strategis, penguatan distribusi, serta pengawasan harga akan terus dilakukan secara konsisten agar masyarakat dapat menghadapi Natal dan Tahun Baru dengan pasokan yang terjamin dan harga terkendali.

--------

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.