BADAN PANGAN NASIONAL
Luar Biasa! Stok Beras Bulog 4,7 Juta Ton, Pemerintah Terus Jaga Harga Gabah Petani

JAKARTA — Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dijaga Perum Bulog dipastikan terus diperkuat dari hasil panen produksi dalam negeri. Target serapan setara beras dari produksi dalam negeri sebesar 4 juta ton pun menjadi penanda ketahanan pangan semakin kokoh.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menyebutkan stok CBP secara nasional per hari ini telah mencapai 4,7 juta ton. Ini dinilainya merupakan prestasi luar biasa yang diukir Perum Bulog karena merupakan rekor capaian stok tertinggi.

"Yang jelas sekarang beras sudah selesai. Ini saya ke Bulog cuma datang untuk berterima kasih. Capaian hari ini, stok bulog itu 4,7 juta ton. Ini sangat bagus," ungkap Amran di Kantor Perum Bulog, Jakarta pada Senin (13/4/2026).

Dalam catatan Bapanas, total stok beras secara nasional yang dikelola Perum Bulog per 13 April sudah mencapai 4,7 juta ton. Selain itu, dipastikan mayoritas stok beras bersumber dari penyerapan produksi beras dalam negeri. 

Capaian hari ini merupakan yang tertinggi dan jika dibandingkan terhadap awal April 2024 melesat hingga 352,3 persen. Stok beras Bulog di April 2024 kala itu berada di angka 1,04 juta ton, namun masih terdapat pengadaan dari luar.

Sementara jika dibandingkan terhadap April 2025, stok beras Bulog hari ini juga tercatat meningkat progresif hingga 75,3 persen. Total beras Bulog di awal April 2025 saat itu tercatat di angka 2,68 juta ton.

Demi menampung stok beras 4,7 juta ton tersebut, Bulog pun telah melakukan kerja sama sewa pergudangan. Kendati demikian, Kepala Bapanas tetap menyanjung sebagai torehan prestasi yang luar biasa.

"Gudang Bulog ini sewa kapasitas 2 juta ton, karena dulu gudang kita hanya kapasitasnya 3 juta ton. Beras sampai hari ini 4,7 juta ton. Artinya yang disewakan itu sudah 1,7 juta ton dan itu prestasi luar biasa. Sekali lagi, saya terima kasih kepada seluruh Bulog dan jajarannya," ucap Amran.

Tak hanya itu, Kepala Bapanas Amran turut memastikan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah petani tetap akan diimplementasikan untuk penyerapan setara beras sepanjang tahun 2026 ini. Petani Indonesia tetap terjaga.

"Tetap. kita jaga HPP di Rp 6.500 untuk gabah. Jadi insya Allah petani terjaga," kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Adapun HPP gabah Rp 6.500 per kilogram (kg) tersebut telah termaktub dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029. Ketentuannya gabah dengan segala kualitas dan telah memasuki usia panen di tingkat petani.

Sebagai bukti sahih harga gabah petani yang terjaga, dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rerata harga pembelian gabah sepanjang tahun 2025, tidak pernah yang mengalami harga di bawah Rp 6.500 per kg. BPS mencatat harga paling rendah terjadi di April 2025 dengan rerata Rp 6.712 per kg. 

Indeks harga yang diterima petani padi pun dalam data historis BPS terus terjaga konsisten selalu berada di atas 140 poin sejak Juli 2025 sampai saat ini. Indeks terbaru pada Maret 2026 berada di 144,52 dan ini juga masih lebih tinggi dibandingkan Maret tahun lalu yang berada di 137,94.

Di tempat sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan capaian realisasi serapan setara beras telah mencapai hampir separuh dari target nasional. Ia bahkan membuat prediksi total stok beras Bulog bakal tembus 5 juta ton dalam waktu tidak lama lagi.

"Bahwa capaian serapan Bulog sampai dengan hari ini tanggal 13 April 2026 adalah mencapai sekitar 48,7 persen, yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini," jelas dia.

Apabila realisasi serapan setara beras dilakukan komparasi terhadap realisasi Januari-April tahun sebelumnya, realisasi serapan di tahun ini yang 1,9 juta ton telah melebihi 6,5 persen dari capaian sebelumnya. Adapun realisasi serapan Januari-April 2025 tercatat total mencapai 1,7 juta ton.

"Sedangkan untuk stok beras Bulog sampai tanggal 13 April 2026 ini adalah sebesar 4,727 juta ton. Nah ini Prediksi kami dalam waktu dekat. Prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton Stok beras bulog yang ada di gudang Bulog," tambah Dirut Rizal.


------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

229/R-BAPANAS/IV/2026

13 April 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.