BADAN PANGAN NASIONAL
Mobilisasi Cabai Enrekang ke NTB, Bapanas Turun Tangan Redam Lonjakan Harga

LOMBOK – Pemerintah mempercepat stabilisasi harga cabai rawit merah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan memobilisasi pasokan dari sentra produksi Enrekang, Sulawesi Selatan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pengawasan langsung distribusi cabai yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Lombok, Minggu (1/3).

Langkah ini merupakan realisasi dari koordinasi intensif Bapanas bersama Pemerintah Provinsi NTB dalam beberapa hari terakhir untuk menambah suplai riil di pasar. Mobilisasi lintas pulau tersebut ditempuh sebagai strategi cepat menekan gejolak harga dengan memastikan pasokan tetap mengalir dari daerah produksi ke wilayah konsumsi.

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengatakan intervensi ini memang telah dirancang bersama pemerintah daerah sebagai respons atas dinamika harga cabai di NTB.

“Ini memang langkah yang sudah kami siapkan bersama pemerintah daerah. Begitu pasokan dari sentra produksi tersedia, langsung kami dorong masuk ke NTB supaya suplai bertambah dan harga bisa lebih cepat terkendali,” ujar Rinna.

Pada tahap awal, sebanyak 1.180 kilogram cabai rawit merah dimobilisasi dari petani Enrekang dengan harga pembelian sekitar Rp 58.000 per kilogram. Distribusi tersebut dilaksanakan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang difasilitasi pemerintah, termasuk dukungan pembiayaan transportasi antardaerah sebagai instrumen stabilisasi pasokan guna mempercepat penambahan suplai di wilayah tujuan.

“Sekitar 1,18 ton cabai kami dorong masuk dari Enrekang melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan. Ini intervensi terukur agar penambahan pasokan langsung terasa dan membantu meredam tekanan harga di pasar,” ujar Rinna.

Ia menambahkan, harga cabai intervensi dijaga agar tetap berada dalam rentang yang wajar di tingkat hilir. “Di tingkat pengecer dilepas sekitar Rp 63.000 per kilogram, sementara di konsumen kami jaga pada kisaran Rp 68.000 hingga Rp 73.000 per kilogram agar tetap terjangkau. Informasi harga juga kami minta dipasang di titik distribusi supaya masyarakat mengetahui harga acuan yang ditetapkan,” jelasnya.

Secara nasional, tren harga cabai rawit merah menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga turun dari Rp 77.645 per kilogram menjadi Rp 70.953 per kilogram atau terkoreksi sekitar 8,62 persen dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan tren melandai seiring penguatan distribusi dan mulai membaiknya pasokan.  

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tren penurunan ini merupakan hasil dari penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di lapangan.

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi. Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Kepala Bapanas Amran, Minggu (1/3/2026).

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendatangkan pasokan tambahan cabai sebagai langkah konkret menekan harga di pasar. Menurutnya, penguatan suplai dari luar daerah menjadi strategi cepat untuk meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

“Kami tidak tinggal diam. Pemerintah daerah bersama Bapanas memastikan cabai didatangkan dari sentra produksi agar pasokan bertambah dan harga bisa segera turun. Yang penting masyarakat kembali mendapatkan cabai dengan harga yang wajar,” ujarnya. 


--------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

132/R-BAPANAS/III/2026

1 Maret 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.