Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pokok strategis dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kepastian tersebut ditegaskan Plt. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Pasar Legi, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Sarwo Edhy memaparkan bahwa berdasarkan update terbaru Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per Februari 2026, stok seluruh pangan pokok strategis masih berada pada level yang memadai hingga akhir Maret 2026, yang bertepatan dengan selesainya momentum Ramadhan dan Idulfitri.
“Berdasarkan neraca pangan yang kami himpun dari BPS, Kementerian Pertanian, dan kementerian/lembaga terkait, untuk komoditas pangan pokok strategis hingga akhir Maret 2026 dalam kondisi surplus. Artinya secara ketersediaan tidak ada masalah,” tegasnya.
Secara rinci, beras diproyeksikan masih mencatat surplus hingga 14,83 juta ton pada akhir Maret 2026. Jagung juga diperkirakan surplus sebesar 4,99 juta ton. Kedelai masih tersedia surplus 295,1 ribu ton dan bawang merah 60,1 ribu ton.Untuk komoditas hortikultura, stok nasional cabai besar hingga akhir Maret 2026 diperkirakan mencapai 73,38 ribu ton dan cabai rawit 152,7 ribu ton.
Sementara itu, daging sapi/kerbau diproyeksikan masih tersedia 176,78 ribu ton. Daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing mencatat surplus 586,2 ribu ton dan 267,25 ribu ton. Gula konsumsi berada pada level 768,77 ribu ton, dan minyak goreng diperkirakan masih tersedia hingga 3,56 juta ton.
“Data proyeksi ini menegaskan bahwa negara hadir memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. Dengan posisi surplus di hampir seluruh komoditas pokok strategis, pasokan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri,” pungkas Sarwo Edhy.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan langsung di Pasar Legi, mayoritas harga bahan pokok strategis terpantau dalam kondisi relatif stabil dengan pasokan yang aman tersedia di tingkat pedagang.
“Secara umum harga-harga cukup stabil dan stok tersedia. Hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan dari kisaran Rp45.000 menjadi Rp80.000 per kilogram,” ujar Titiek.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi faktor cuaca, khususnya intensitas hujan tinggi. “Cabai merupakan komoditas yang sangat bergantung pada musim. Saat curah hujan tinggi, hasil panen kurang optimal sehingga pasokan berkurang dan harga terkoreksi naik. Namun kami berharap kondisi ini segera membaik dan harga kembali normal,” tambahnya.
Titiek juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga menjelang Ramadhan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap åketersediaan pangan.
-----------------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
072/R-BAPANAS/II/2026
12 Februari 2026







