Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama GAIN, PIKAT dan SOS melaksanakan Pilot Penyelamatan Pangan Untuk Pemenuhan Gizi Anak Sekolah di SDN 2 Besakih Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Telah dilakukan sebanyak 12 kali pendistribusian makanan bagi 233 siswa penerima manfaat. Kegiatan ini merupakan kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak terutama mitra kerja dari sektor retail, hotel, restoran serta produsen pangan.
“Diperlukan kolaborasi dan koordinasi sinergi antara pemerintah baik pusat dan daerah, akademisi, bisnis, komunitas serta media massa guna mendukung keberlanjutan program Penyelamatan Pangan Untuk Pemenuhan Gizi Anak Sekolah. Tujuannya agar program ini dapat dikembangkan sehingga dapat lebih banyak memberi manfaat bagi masyarakat guna mewujudkan Generasi Emas 2045”, papar Pj Pelaksana Kegiatan Kewaspadaan Pangan dalam Acara Diseminasi Hasil Pelaksanaan Pilot Tata Kelola Penyelamatan Pangan di Bali, Jumat (27/12/2024).
Berdasarkan hasil evaluasi, program ini mendapatkan apresiasi dan para siswa umumnya menunjukkan kegembiraan terhadap makanan yang disajikan, menunjukkan penerimaan yang baik terhadap kualitas dan variasi makanan. Perubahan perilaku siswa setelah teredukasi seperti perilaku kebersihan anak (kebiasaan cuci tangan dan pemahaman gizi), kedisiplinan dan perubahan sosial (budaya mengantre dan kehangatan sosial), dan utamanya kesadaran untuk stop boros pangan.
Lebih lanjut, disebutkan oleh Nita Yulianis bahwa diperlukan kesadaran untuk mendorong perilaku stop boros pangan. “Edukasi mengenai stop boros pangan sejak dini diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran kepada para siswa untuk menghargai makanan dan mendorong perilaku stop boros pangan guna mendukung penyelamatan pangan” tuturnya.
Pemerintah melalui NFA fokus melakukan 5 strategi penyelamatan pangan mencakup 1) Pengembangan kebijakan dan regulasi; 2) Peningkatan kapasitas dan Edukasi; 3) Peningkatan koordinasi dan kerja sama; 4) Pengembangan Teknologi dan Sarana Prasarana; 5) Mendorong Implementasi Insentif dan Disinsentif.