BADAN PANGAN NASIONAL
Pangan Aman, Pemerintah Ajak Masyarakat Tak Khawatir dan Terapkan Belanja Bijak

JAKARTA — Stabilitas harga pangan pokok strategis diupayakan pemerintah selama Ramadan sampai Idulfitri. Program intervensi pangan andalan pemerintah yaitu distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dihadirkan secara masif.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026) menuturkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menggencarkan program beras SPHP dan GPM. Ini dilaksanakan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan.

"Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan program SPHP dan GPM di seluruh Indonesia. Hingga 8 Maret 2026, penyaluran beras SPHP telah mencapai 7.387.270 kilogram dengan distribusi terbesar melalui instansi pemerintah dan program Rumah Pangan Kita (RPK)," jelas dia.

Sementara, pelaksanaan GPM telah diintensifkan pada seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Ini juga sebagai langkah pemerintah secara masif dalam pengendalian inflasi, terutama inflasi komponen harga bergejolak (volatile food).

"Secara operasional, Gerakan Pangan Murah tahun 2026 dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten kota sebagai langkah pengendalian inflasi. (Selain itu) per 9 Maret 2026, stok cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan, sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat," papar Qodari.

Berkaitan dengan pelaksanaan GPM yang dimasifkan pemerintah tersebut, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengajak masyarakat untuk menerapkan belanja pangan secara bijak berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.

"Kepada ibu-ibu yang akan berbelanja, tolong dipikirkan kembali, kebutuhannya apa, bukan keinginannya. Jadi terapkan belanja bijak agar tidak terjadi pemborosan pangan. Jangan khawatir pangan yang akan dibeli sampai tidak ada di pasar. Pasti tersedia," imbau Rachmi.

Namun apabila mendapati harga pangan di pasaran yang terlanjur naik, Direktur Rachmi mendorong masyarakat untuk mengakses program GPM yang berisikan sejumlah pangan pokok strategis yang dibanderol dengan harga di bawah pasaran.

"Kalau merasa bahwa di pasar mahal, cari kantor dinas terdekat, cari gudang Bulog terdekat, cari GPM terdekat. Pasti mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi silakan belanja bijak agar tidak terjadi pemborosan pangan. Jangan khawatir, puasa yang tenang, supaya kita bisa menjalankan semua dengan tenang dan tidak ada panic buying," pungkas Rachmi.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa tren penurunan harga mulai terlihat pada sejumlah komoditas strategis. Terhadap beberapa komoditas pangan yang masih mengalami fluktuasi, sebenarnya harga yang ada masih dalam rentang kewajaran.

"Aku sudah cek tadi, pangan masih relatif stabil. Ada naik yang daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi, tapi masih relatif aman," ucap Amran.

Adanya kenaikan tipis harga pada komoditas tertentu juga perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan pasar agar produsen pangan tetap memperoleh manfaat ekonomi, khususnya untuk merayakan Hari Raya Idulfitri.

"Sudahlah kalau naik sedikit, sayangilah juga peternak kita itu, supaya dia dapat baju Lebaran," kata Kepala Bapanas Amran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga daging ayam ras mulai mengalami koreksi. Hingga pekan pertama Maret, jumlah daerah dengan kenaikan IPH tercatat menurun menjadi 176 kabupaten/kota. Angka ini lebih rendah dibandingkan pekan ketiga dan keempat Februari yang masih mencapai 198 dan 209 kabupaten/kota.

Di sisi lain, jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH daging ayam ras meningkat menjadi 96 kabupaten/kota. Capaian ini membaik dibandingkan dua pekan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebanyak 88 dan 84 kabupaten/kota.


---------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

168/R-BAPANAS/III/2026

11 Maret 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.