BADAN PANGAN NASIONAL
Pasokan Membaik, Harga Cabai Rawit Merah Mulai Melandai

JAKARTA – Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan seiring membaiknya kondisi cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di berbagai sentra produksi. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi SPHP Cabai yang melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, aparat kepolisian, serta Asosiasi Champion Cabai dari seluruh Indonesia.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai sempat berfluktuasi akibat meningkatnya permintaan, curah hujan yang menghambat proses petik, serta momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil,” ujarnya saat memimpin Rakor SPHP Cabai (24/2/2026).

Ia menjelaskan, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta saat ini rata-rata mencapai sekitar 14-18 ton per hari. Harga di tingkat pedagang berada di kisaran Rp 65.000 per kilogram (kg), menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Di sejumlah daerah sentra produksi juga terpantau adanya koreksi harga di tingkat petani. Data dari wilayah Kediri menunjukkan harga cabai rawit merah mulai turun dari sekitar Rp 70.000 menjadi Rp 60.000 per kg. 

Perwakilan Champion Cabai dari Sleman, Ardi menyampaikan bahwa ketersediaan cabai di sentra produksi sebenarnya masih mencukupi. Namun sebelumnya terkendala hujan sehingga tidak dapat dipanen optimal.

“Kalau cuaca mendukung, petikan bisa meningkat. Saat ini tidak ada stok gudang, yang tersedia adalah standing crop di lahan,” ujar Ardi.

Harga cabai rawit merah di wilayah Jawa Tengah terpantau berada pada kisaran Rp 60.000–Rp 70.000 per kg. Sementara cabai merah keriting sekitar Rp 20.000 per kg. Aktivitas petani yang sempat melambat, kini kembali berjalan normal.

Dari sisi distribusi, pasokan yang masuk ke PIKJ pada hari ini antara lain berasal dari Enrekang Sulawesi Selatan sebesar 2,1 ton dan Magelang Jawa Tengah 2,5 ton, sehingga total mencapai 4,6 ton. Harga di tingkat grosir tercatat sekitar Rp 50.000 per kg, sedangkan harga eceran berada di kisaran Rp60.000–Rp65.000 per kg.

Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah stabilisasi tambahan. Dinas terkait di Provinsi Jambi melaporkan harga yang sebelumnya mencapai Rp 85.000 per kg, kini turun menjadi Rp 65.000–Rp 70.000 per kg, serta tengah mempersiapkan operasi pasar melalui dukungan subsidi pemerintah daerah begitu pasokan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) tiba.

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam sambutannya meminta Satgas Pangan di pusat dan daerah terus melakukan pemantauan lapangan, termasuk pengawasan di titik lelang dan jalur distribusi agar harga tidak melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) serta tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.

“Kami minta seluruh Satgas di daerah turun langsung ke lapangan guna memantau kembali perkembangan harga cabai,” ujarnya.

Melalui sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, Bapanas optimistis stabilisasi harga cabai dapat terus terjaga, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan.


-------------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

114/R-BAPANAS/II/2026

25 Februari 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.