YOGYAKARTA - Menjelang Ramadan hingga memasuki Idulfitri, kebutuhan daging ayam dan telur selalu meningkat. Pemerintah tak ingin momentum ibadah ini dibayangi lonjakan harga atau kekhawatiran pasokan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) turun langsung memastikan harga tetap sesuai ketentuan dan stok tersedia cukup bagi masyarakat.
Memasuki pekan pertama Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga DIY melakukan pemantauan langsung ke produsen ayam potong dan telur, PT Janu Putra Sejahtera, Kamis (19/2/2026). Tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda DIY, OPD terkait, dan Perum Bulog DIY tersebut memastikan stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan berjalan baik dari hulu hingga hilir.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan bahwa selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemerintah berkomitmen mengawal tata niaga pangan agar tetap sesuai aturan.
“Fokus kami memastikan produsen di DIY, khususnya komoditas ayam potong dan telur, menjual sesuai ketentuan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat Produsen. Ini penting untuk menjaga kestabilan harga sampai ke tangan konsumen,” ujar Nita.
“Selain harga, kami juga memastikan mutu dan keamanan pangan. Ini penting agar pangan yang dikonsumsi masyarakat bukan hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak,” pungkas Nita.
Dari sisi pelaku usaha, Manager Marketing PT Janu Putra Sejahtera, Gatot Subiyanto, melaporkan bahwa harga pembelian ayam hidup berada di kisaran Rp22.000–23.000 per kilogram.
“Harga ayam dan telur hari ini justru terkoreksi turun dibanding kemarin. Untuk telur ayam, harga jual di kisaran Rp26.500 per kilogram. Di awal puasa, permintaan memang sedikit melandai karena masih banyak rumah makan yang tutup,” jelas Gatot.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko, turut mengingatkan pelaku usaha agar menjaga kecukupan stok, terutama menjelang Idulfitri ketika permintaan dipastikan meningkat.
Dari sisi kapasitas produksi, perusahaan tersebut mampu menghasilkan sekitar 12,8 ton ayam hidup per hari. Menjelang Idulfitri, kapasitas akan dioptimalkan hingga 19 ton per hari. Sementara produksi telur mencapai 2,4 ton per hari. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY.
Tak hanya memproduksi ayam potong dan telur, PT Janu Putra Sejahtera juga menjual Day Old Chicken (DOC) broiler dengan harga Rp6.000-6.500 per ekor. DOC tersebut diternakkan di berbagai wilayah seperti Sleman, Kulon Progo, Magelang, Temanggung, hingga Klaten, sehingga memperkuat rantai pasok ayam di DIY dan sekitarnya.
Secara umum, hasil pemantauan Satgas Saber di lima kabupaten/kota di DIY menunjukkan harga daging ayam ras dan telur masih sesuai dengan HAP tingkat konsumen, yakni Rp40.000 per kilogram untuk daging ayam dan Rp30.000 per kilogram untuk telur ayam.
Dengan pengawasan yang dilakukan sejak hulu, pemerintah memastikan masyarakat DIY dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran soal harga maupun ketersediaan ayam dan telur.
—--------------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
098/R-BAPANAS/II/2026
20 Februari 2026







