JAKARTA — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan, pedagang daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyatakan harga dan pasokan daging sapi berada dalam kondisi aman dan stabil. Hal tersebut disampaikan langsung para pedagang saat menerima kunjungan pemantauan dari Direktorat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Rozali, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Minggu, menyampaikan bahwa harga jual daging sapi saat ini berada di angka Rp 135.000 per kilogram (kg) dan masih relatif stabil.
“Harganya sekarang Rp 135.000 per kilo. Itu memang harga jual kami di lapak,” ujar Rozali.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Apit, yang mengaku menjual daging sapi dengan harga yang sama. Menurutnya, harga tersebut masih terjaga karena pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH) berjalan lancar.
“Kami ambil dari RPH Cilangkap dan Cakung. Untuk sekarang pasokan aman, jadi harga bisa dijaga tetap stabil,” kata Apit.
Para pedagang mengakui bahwa harga karkas di tingkat RPH sempat mengalami fluktuasi. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan pada harga jual di pasar karena pasokan yang mencukupi.
“Memang kadang ada naik turun di RPH, tapi sekarang ini stabil. Tidak ada lonjakan,” tambah Rozali.
Terkait proyeksi menjelang Idulfitri, para pedagang optimistis ketersediaan daging sapi akan tetap aman dan harga tidak akan melonjak. Informasi yang mereka terima dari RPH memastikan pasokan tersedia hingga Lebaran.
“Dari RPH juga bilang aman sampai Idulfitri. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau panik,” ujar Apit.
Para pedagang juga menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat, dengan harapan harga daging sapi tidak melebihi Rp 140.000 per kg selama periode HBKN.
“Kami juga sudah kerja sama dengan pemasok supaya harga tetap dijaga. Yang penting stok ada dan pembeli tidak terbebani,” pungkas Rozali.
Sebelumnya, Bapanas, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Polri, serta pemerintah daerah yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan melakukan inspeksi mendadak ke RPH Intisari 4, Tangerang Selatan, pada Minggu (1/2/2026). Hal ini menyusul adanya informasi RPH berencana menaikkan harga daging sapi karkas.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan hasil penelusuran menunjukkan tidak terjadi kenaikan harga di tingkat feedloter, sehingga tidak ada dasar menaikkan harga karkas.
Pemerintah pun meminta RPH mengembalikan harga ke kondisi semula guna mencegah kenaikan harga di tingkat pedagang serta memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Adapun Satgas Saber Pelanggaran Pangan dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. Satgas ini bertugas memastikan produsen dan distributor mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan HAP yang ditetapkan pemerintah, serta mencegah terjadinya anomali harga pangan pokok strategis hingga ke tingkat konsumen.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menegaskan penindakan akan dilakukan kepada produsen dan distributor, bukan pedagang skala mikro di pasar.
“Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar pedagang pasarnya, tapi kejar distributor dan produsennya. Minyak goreng dan daging tidak ada ampun,” tegasnya, seraya menekankan bahwa komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula juga tidak memiliki alasan untuk mengalami kenaikan harga.
------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
044/R-BAPANAS/II/2026
3 Februari 2026







