SURABAYA – Komoditas cabai yang harganya sempat 'pedas' beberapa minggu belakangan, mulai memperlihatkan pergerakan harga yang menurun. Hal ini diakui oleh Munawaroh yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Ia bilang dalam 2 minggu terakhir, distribusi pasokan cabai semakin lancar dengan pasokan yang cukup banyak. Menurunnya harga cabai ini berkat panen petani yang berhasil di daerah-daerah sentra produksi cabai.
"Harga cabai saat ini Rp 40.000. (Cabai) keriting Rp 30.000. Ini turun. Yang kecil itu kemarin Rp 50.000. (Ini karena) barangnya banyak, panennya berhasil," jawab Munawaroh saat dijumpai pada Selasa (23/12/2025).
"Kemarin barusan dua mingguan sampai Rp 60.000. Itu dua minggu yang lalu. Terus makin kesini makin turun. Barangnya banyak soalnya. Dari Pasar Induk Keputran yang khusus sayur-sayur itu," ungkapnya.
Tren penurunan harga cabai ini juga tampak pada Panel Harga Pangan yang dikelola Badan Pangan Nasional (Bapanas). Per 23 Desember, ketiga jenis cabai mencatat penurunan harga dibandingkan seminggu sebelumnya. Bahkan cabai merah keriting dan cabai merah besar mulai menurun dibandingkan sebulan sebelumnya.
Cabai merah keriting per 23 Desember ada di level harga Rp 52.955 per kilogram (kg). Ini telah menurun 12,4 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang berada di Rp 60.461 per kg. Bahkan dibandingkan sebulan sebelumnya juga telah menurun 1,56 persen dari level harga Rp 53.804 per kg.
Untuk cabai merah besar, rerata harga nasional per 23 Desember berada di Rp 48.186 per kg atau telah menurun 10,69 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang Rp 53.954 per kg. Dibandingkan sebulan sebelumnya juga tercatat telah menurun 8,31 persen dari level harga Rp 52.554 per kg.
Terakhir, cabai rawit merah. Per 23 Desember tercatat berada di Rp 66.098 per kg. Ini telah menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di Rp 66.768 persen dan menurun 6,9 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang saat itu masih berada di Rp 70.996 per kg.
Kondisi riil di pasaran tersebut senada dengan proyeksi yang pernah disampaikan oleh Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia mengaku optimis harga komoditas cabai akan membaik.
"Cabai, kemarin yang aku pantau itu cukup baik, bahkan turun. Tetapi ini kami kira karena ada bencana, hujan, (sehingga) kalau cabai naik sedikit, masih wajar," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Faktor krusial yang mempengaruhi pergerakan harga cabai tentunya dari terjaganya produksi dalam negeri. Ini sejalan dengan Proyeksi Neraca Pangan yang Bapanas susun per Desember 2025.
Untuk cabai besar, produksi bulanannya diestimasikan meningkat 22,3 persen di Desember dibandingkan November. Cabai besar di Desember dapat mencapai produksi 127,8 ribu ton, sementara November 104,5 ribu ton.
Untuk produksi cabai rawit di Desember 2025 ini diperkirakan dapat mencapai 108,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi cabai rawit bulanan secara nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah berada di kisaran 76 ribu sampai 78 ribu ton. Dengan begitu, produksi bulanan masih cukup memenuhi kebutuhan konsumsi.
Selain itu, stok cabai besar dan cabai rawit secara nasional sampai akhir tahun 2025 ini juga masih dalam level yang mencukupi. Untuk cabai besar diestimasikan stok sampai akhir tahun di 63,4 ribu ton. Sementara stok sampai akhir tahun cabai rawit berada di kisaran 49,3 ribu ton.
---------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
519/R-BAPANAS/XII/2025
24 Desember 2025







