BADAN PANGAN NASIONAL
Penyerapan Stok Cadangan Beras Pemerintah Terbesar dalam Satu Dekade Terakhir, Nilai Tukar Petani Meningkat Pesat

KARAWANG – Salah satu bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani pangan dalam negeri adalah memastikan hasil panen terserap semaksimal mungkin di pasaran maupun untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Terlebih ada akselerasi produksi beras nasional secara eksponensial yang merupakan implementasi nyata visi Presiden Prabowo Subianto.

Predikat Indonesia yang telah berhasil mencapai swasembada beras menjadi taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman Swasembada Pangan di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026). Kepala Negara pun mengungkapkan kekagumannya atas pencapaian swasembada yang tidak perlu menunggu sampai 4 tahun.

"Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara, bukti yang nyata. Menurut saya, saudara mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Kalau waktu saya dilantik jadi presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras. Terima kasih (atas) pengabdianmu dan prestasi luar biasa ini," kata Presiden Prabowo.

"(Dengan ini) membuat kita tambah percaya. Dari hasil menuju hasil. Dari kemenangan menuju kemenangan-kemenangan baru. Kepercayaan diri. Kita mampu. Indonesia mampu. Indonesia cerah. Indonesia semangat. Indonesia makmur dan kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia," kata dia lagi.

Presiden Prabowo pun bertekad akan terus mewujudkan swasembada pangan yang terus berulang. Tidak hanya tercapai dalam satu atau dua kali saja. Kepala Negara pun menginginkan swasembada pangan secara menyeluruh.

"Hari ini kita buktikan kita swasembada pangan. Sekarang setelah kita swasembada pangan, saya dengar lagi, oh iya tapi paling swasembada pangan paling setahun dua tahun. Tidak apa-apa. Kita buktikan. Tiap tahun kita buktikan swasembada, swasembada," ujar Presiden.

"Tidak hanya swasembada beras, (tapi juga) jagung, singkong, semuanya kita swasembada nanti. Bawang putih, kita harus swasembada," tegas Prabowo.

Sementara, dalam pencapaian swasembada beras tahun 2025, pemerintah mempertajam penyerapan produksi dalam negeri melalui Perum Bulog. Adapun penugasan penyerapan setara beras dari petani dalam negeri dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog. Per 24 Januari 2025, penugasan pelaksanaan pengadaan gabah dan beras sepanjang 2025 dipatok dengan target setara beras sebanyak 3 juta ton.

Dalam catatan Bapanas, Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri sampai 31 Desember 2025 sebesar 3,44 juta ton. Ini terdiri 3,2 juta ton untuk stok CBP dan selebihnya untuk stok komersial. Tingkat penyerapan Bulog tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,71 juta ton.

Di samping itu, dengan total realisasi penyerapan setara beras yang bersumber dari produksi dalam negeri sebanyak 3,2 juta ton untuk stok CBP tersebut merupakan capaian terbesar Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Raihan satu dekade ini tentu menunjukkan betapa seriusnya pemerintahan Presiden Prabowo dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai pembanding, penyerapan beras dalam negeri di tahun 2012 dan 2013 pernah mencapai 3,6 juta ton dan 3,5 juta ton. Setelahnya tingkat penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog belum pernah ada yang melebihi 3 juta ton sampai tahun 2025 yang merupakan era kepemimpinan Presiden Prabowo.

Terkait itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi penjelasan bahwa tingkat kesejahteraan petani telah meningkat. Ini merupakan implikasi positif dari penyerapan stok CBP yang besar karena mendahulukan hasil panen petani dalam negeri.

"Untuk beras kalau bisa, izin Bapak Presiden, yang penting Bulog, serapannya 3 bulan ke depan, sama saja dengan tahun 2025, aku tidak minta lebih. Setelah itu, hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia. NTP kita 125, ini juga tertinggi Bapak Presiden," ungkap Amran.

Dalam perkembangannya, sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional di Desember 2025 berada di level 125,35. Ini menjadikan indeks bulanan paling tinggi, setidaknya dalam 7 tahun terakhir atau sejak tahun 2019. 

Dilihat secara indeks NTP dalam rerata selama setahun, NTP tahunan di 2025 juga meraih indeks tertinggi di angka 123,26. Ini dapat dibandingkan terhadap indeks NTP tahunan dalam 7 tahun terakhir. NTP tahunan di 2019 sampai 2024 berada di kisaran antara 100,90 sampai 119,62.

Begitu pula pada indeks NTP tanaman pangan (NTPP) secara rerata selama setahun. NTPP tahunan di 2025 menjadi puncak tertinggi dengan indeks 110,92. Ini naik tipis 0,42 persen dibandingkan NTTP tahunan di 2024 dan melejit cukup signifikan hingga 10,91 persen dibandingkan NTTP tahunan 2022.

Amran juga menjelaskan kondisi stok beras secara nasional yang ada di awal tahun 2026. Kondisinya sangat memadai karena berada di angka 12,53 juta ton. Ini juga menjadi capaian tertinggi Indonesia, sehingga tidak ada alasan harga beras berfluktuasi.

"Stok (akhir tahun) kita 3,2 juta ton. Ini Bapak Presiden, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di 1984 dari FAO. Saat itu stoknya hanya 2 juta ton. Kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton," urai Kepala Bapanas Amran.

"Stok beras di horeka, tertinggi sepanjang sejarah juga, di hotel, rumah-rumah, restoran, itu 12 juta ton Bapak Presiden. Naik 49 persen dari tahu lalu. Jadi teman-teman pengusaha, tolong tidak ada alasan harga naik," sebut Amran.

Adapun torehan stok beras nasional di awal 2026 adalah 12,53 juta ton. Ini termasuk stok beras di Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).

Stok beras di awal tahun 2026 ini meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir. Tercatat ada peningkatan hingga 203,05 persen terhadap stok awal tahun 2024 yang kala itu berada di angka 4,134 juta ton. Sementara terhadap stok awal tahun 2025 telah meningkat 49,12 persen karena stok awal 2025 berada di 8,402 juta ton.


----------------

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

007/R-BAPANAS/I/2026

7 Januari 2026

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.