BADAN PANGAN NASIONAL
Perbaiki Pola Makan Generasi Muda, Bapanas: Jangan Terjebak Tren Makanan Instan


Tangerang – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong generasi muda untuk memperbaiki pola konsumsi pangan dengan menerapkan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai upaya membentuk generasi sehat, cerdas, aktif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.


Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan pentingnya pendidikan gizi dan penerapan pola makan sehat sejak dini di lingkungan sekolah. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah ketahanan pangan nasional di masa mendatang.


"Kenapa kalian itu diajarkan pola konsumsi pangan B2SA? Karena kalian yang akan menjadi generasi emas 2045,” ujar Rinna Syawal saat menghadiri Jambore Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang di Balai Kota Tangerang, Rabu (5/11/2025).


Rinna menambahkan, kesadaran akan pentingnya gizi seimbang harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengenali sumber pangan lokal dan menghindari ketergantungan terhadap makanan instan yang minim nilai gizi. Ia juga menekankan bahwa pemerintah telah menggulirkan berbagai program untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak dan remaja, salah satunya melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).


"Makanya sekarang ada program Makan Bergizi Gratis, untuk memberikan gizi yang baik kepada para calon generasi emas 2045,” lanjut Rinna.


Rinna juga menyoroti tren konsumsi makanan instan yang semakin digemari kalangan muda. Ia mengingatkan bahwa gaya hidup praktis tanpa memperhatikan gizi dapat berdampak pada meningkatnya kasus penyakit yang diakibatkan oleh pola makan yang tidak sehat di usia muda.


Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari pasien anak penderita diabetes yang tercatat di 13 kota di Indonesia, 46,23% berada pada usia 10–14 tahun. Sementara itu, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun mencapai 15,5%, dengan remaja putri sebesar 18% dan remaja pria 14,4%.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan gizi remaja di Indonesia masih cukup tinggi. Pola konsumsi yang belum sesuai dengan prinsip B2SA serta paparan tren makanan cepat saji dan instan yang masif menjadi faktor penyebab utama menurunnya kualitas konsumsi pangan di kalangan generasi muda.


Sebagai langkah konkret, Bapanas secara konsisten melaksanakan kampanye, edukasi, dan sosialisasi melalui program B2SA Goes to School (BGtS). Sepanjang tahun 2024, program ini telah menjangkau 380 sekolah di 38 provinsi dengan total peserta lebih dari 80 ribu murid di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi Bapanas dalam membangun kesadaran dan perilaku konsumsi pangan yang sehat di kalangan pelajar.


Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan Jambore Ketahanan Pangan menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya kemandirian dan kecintaan terhadap pangan lokal.


"Melalui kegiatan Jambore Ketahanan Pangan ini, kita berusaha menanamkan kesadaran dan menumbuhkan kepedulian kepada generasi muda terhadap pentingnya kemandirian pangan, pola konsumsi yang bijak, serta kecintaan kepada pangan lokal,” ungkap Ruta.


Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan siswa dari 30 sekolah di Kota Tangerang, termasuk para kader Pangan Aman Sehat untuk Hebat (Ka’Asuh). Hingga saat ini, Kota Tangerang telah melaksanakan kegiatan BGtS sebanyak 30 kali, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperluas edukasi gizi di kalangan pelajar.

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.