BADAN PANGAN NASIONAL
Perkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Cabai Rawit Merah, Bapanas Dorong Sinergi Pusat–Daerah dan Fasilitasi Distribusi

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

090/R-BAPANAS/II/2026

18 Februari 2026

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat langkah stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah (CRM) melalui sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut Deputi Ketut Astawa menekankan pentingnya kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di lapangan.

“Kami menghimbau juga tim ini harus kompak, harus turun bareng-bareng. Di satu sisi yang memahami benar kondisi lapangan adalah tim dari Dinas Pangan maupun Dinas Perdagangan. Tentu kalau ada pelanggaran-pelanggaran, akan dibantu oleh Dirkrimsus Polda maupun Kasat Reskrim Polres setempat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketut Astawa menjelaskan bahwa faktor cuaca, khususnya hujan, menjadi salah satu penyebab tingginya harga cabai di tingkat produsen karena aktivitas panen atau pemetikan menjadi terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan yang masuk ke pasar tidak optimal, meskipun ketersediaan tanaman di lahan sebenarnya mencukupi (standing crop).

Di Kediri, harga CRM di Pasar Induk sempat berada pada kisaran Rp78.000–Rp98.000 per kilogram. Sementara itu, di pelelangan cabai Sleman tercatat sekitar Rp75.000 per kilogram untuk tingkat petani.

“Kami dapat informasi kemarin, bahwa cabai sudah turun di Kediri itu dari 80 ribuan menjadi 55 ribuan. Sebenarnya sudah bagus, nah ini hujan lagi. Hujan ini yang menyebabkan memang bukan tidak ada barang, barang sangat banyak di standing crop-nya, tapi tidak ada yang berani metik,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret stabilisasi, Bapanas akan melakukan penjajakan pasokan dari Champion sentra produksi di Lembang, Jawa Barat, untuk mendorong pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) ke pasar-pasar induk strategis, yakni Pasar Induk Kramat Jati dan Tanah Tinggi.

“Jadi pasar induk akan kita kasih banyak cabai dulu biar bisa agak turun harganya. Karena kalau tidak diserbu, tidak akan turun harganya,” tegasnya.

Upaya stabilisasi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan, terutama pada komoditas hortikultura yang memiliki volatilitas tinggi dan sangat dipengaruhi faktor cuaca serta kelancaran distribusi.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pengendalian harga pangan menjadi arahan langsung pemerintah dan telah menunjukkan hasil positif, termasuk pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah dinilai cukup berhasil menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2025.

“Perintah Presiden jelas yaitu harga pangan harus stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Kami bekerja keras bersama seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan rakyat,” ujar Amran (10/3/2025).

Melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah, dukungan distribusi, serta pengawasan terpadu, pemerintah optimistis stabilisasi harga cabai rawit merah dapat terus terjaga sekaligus melindungi kepentingan petani, pedagang, dan konsumen.


---

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Whistleblowing System

Jangan takut untuk lapor!

Cegah pelanggaran dengan melakukan pengaduan melalui Whistleblowing System. Hubungi:

Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.