BADAN PANGAN NASIONAL
Petani Magelang Pastikan Cabai Aman Jelang Nataru hingga Idulfitri, Bapanas Kawal Pasokan dan Distribusi

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

508/R-BAPANAS/XII/2025

20 Desember 2025


MAGELANG – Petani cabai di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memastikan kesiapan produksi untuk menjaga pasokan cabai nasional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tak hanya sampai itu, pasokan juga masih aman hingga Ramadan dan Idulfitri tahun depan. 


Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh petani yang tergabung dalam komunitas Champion Cabai. Petani cabai mengungkapkannya saat menerima kunjungan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di sentra pertanaman cabai Magelang, Jumat (19/12/2025).


Perwakilan petani, Darno menyatakan bahwa kondisi pertanaman cabai di Magelang saat ini berada dalam fase produksi yang sangat baik, dengan tanaman tumbuh subur dan buah yang lebat. Hal ini menjadi modal utama petani untuk menjaga kelancaran pasokan ke berbagai daerah.


“Kami, petani Magelang dan champion cabai di berbagai daerah, sudah sepakat siap mengamankan pasokan cabai jelang Nataru dan Hari Raya Idulfitri. Konsumen tidak perlu panik. Kami berproduksi dengan tenang karena pemerintah selalu hadir mendampingi kami,” ujar Darno.


Kesiapan produksi dalam negeri tersebut sejalan dengan Proyeksi Neraca Pangan per Desember 2025. Untuk cabai besar, produksi bulanannya diestimasikan meningkat 22,3 persen di Desember dibandingkan November. Cabai besar di Desember dapat mencapai produksi 127,8 ribu ton, sementara November 104,5 ribu ton. 


Untuk produksi cabai rawit di Desember 2025 ini diperkirakan dapat mencapai 108,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi cabai rawit bulanan secara nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah berada di kisaran 76 ribu sampai 78 ribu ton. Dengan begitu, produksi bulanan masih cukup memenuhi kebutuhan konsumsi.


Selain itu, stok cabai besar dan cabai rawit secara nasional sampai akhir tahun juga masih dalam level yang mencukupi. Untuk cabai besar diestimasikan stok sampai akhir tahun di 63,4 ribu ton. Sementara stok sampai akhir tahun cabai rawit berada di kisaran 49,3 ribu ton.


Lebih lanjut, Darno bilang pendampingan yang konsisten membuat mereka lebih percaya diri menjaga kesinambungan produksi. Dengan demikian, stabilitas pasokan dapat terjaga, petani memperoleh kepastian usaha, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan nyaman.


“Harapannya sederhana, petani bisa tersenyum karena hasil panen terserap dengan baik dan konsumen juga tenang menjalani Nataru maupun Idulfitri,” lanjutnya.


Kondisi pertanaman cabai di Magelang juga dinilai layak menjadi contoh praktik budidaya yang baik. Petani membuka diri bagi masyarakat yang ingin belajar langsung di lapangan mengenai teknik menanam cabai secara produktif dan berkelanjutan.


Menyikapi kesiapan petani tersebut, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono menegaskan bahwa Bapanas terus mengawal produksi di tingkat hulu hingga distribusinya sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai secara nasional.


“Hari ini kami melihat langsung pertanaman cabai di Magelang yang luar biasa. Produksi aman, tersedia, dan sangat mencukupi untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, bahkan hingga puasa dan Lebaran. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu khawatir,” kata Maino.


Ia menambahkan, selain menjaga produksi, Bapanas juga mendorong masyarakat untuk berbelanja secara bijak agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga. Ini karena pemerintah bersama produsen cabai memastikan pasokan mencukupi.


“Kami mengimbau konsumen untuk berbelanja dengan bijak dan tidak panik. Pasokan sudah disiapkan oleh para Champion Cabai di berbagai sentra, sehingga distribusi bisa berjalan lancar ke seluruh wilayah,” ujarnya.


Penguatan produksi di sentra-sentra utama seperti Magelang sejalan dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa stabilitas harga pangan harus dijaga sejak dari hulu. Setelah hulu terkondisikan dengan baik, Amran juga meminta kalangan pedagang di hilir tidak memainkan harga.


“Kunci pengendalian harga itu ada di hulu. Kalau produksi kita jaga dan distribusi kita kawal, maka tidak ada alasan harga bergejolak” tegas Amran dalam satu kesempatan.


"Aku minta sampaikan kepada pedagang. Ayo kita hidup damai. Beri kesempatan, petani kita untung. Konsumen kita tersenyum. Tapi pedagang juga untung. Tiba-tiba dijual di ujung Rp 90 ribu. Tolong, dengan segala kerendahan hati, kita sebagai pemerintah, ingin semua tersenyum. Petaninya tersenyum, pedagangnya tersenyum, dan juga konsumen tersenyum," kata Amran.


Sementara itu, Perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Candra menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara petani, pemerintah daerah, dan Bapanas. Sejak 2016, komunitas Champion Cabai dinilai konsisten berkontribusi menjaga stabilitas cabai di daerah.


Melalui kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Bapanas, Bapanas optimistis stabilitas pasokan dan harga cabai nasional dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menghadapi Nataru dan Idulfitri dengan aman, tenang, dan penuh kepastian.


-------------

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.