Upaya memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal terus digencarkan melalui program Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Masyarakat didorong melaksanakan praktik baik B2SA melalui sosialisasi dan pelatihan langsung untuk mengolah bahan pangan yang tersedia di wilayahnya.
“Selain menekankan aspek gizi, kami bersama dinas daerah terkait juga memberikan pembekalan keterampilan teknis, mulai pengolahan hingga pengemasan, semua diarahkan agar pangan lokal memiliki nilai tambah sekaligus mendukung ekonomi daerah,” ujar Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Rinna Syawal, ditemui di Kantor NFA (9/9).
Seperti yang telah berjalan di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. NFA mendukung kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah bersama TPP PKK setempat dalam bimbingan teknis pengolahan pangan di Rumah Pangan B2SA.
Di Kota Semarang, kelompok Rumah Pangan B2SA Tlogosari Wetan menghasilkan produk olahan ikan lele berupa abon dan marinasi frozen. Sedangkan Rumah Pangan B2SA Karangmulyo, Kabupaten Kendal, dikembangkan produk olahan pangan lokal seperti peyek kacang hijau, bolen pisang, serta abon ayam.
Produk-produk tersebut kini masih dipasarkan lewat pemesanan langsung dan promosi media sosial di kalangan masyarakat sekitar. Namun demikian, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah optimis dapat mengembangkannya menjadi oleh-oleh khas Kota Semarang.
Sebagai langkah awal, Lurah Tlogosari Wetan berinisiatif menyiapkan gerai UMKM desa di depan kantor kelurahan. Gerai ini akan menjadi etalase produk pangan lokal dari olahan warganya, sekaligus pintu masuk pemasaran yang lebih terstruktur.
“Produk ini sendiri dipasarkan dengan harga terjangkau. Abon lele 100 gram Rp25.000, lele marinasi frozen 500 gram Rp20.000. Abon ayam pada penjualan perdana terjual 400 kemasan. Data ini menunjukkan antusiasme pasar sudah ada, tinggal kita dorong lebih masif,” tegas Rinna.
Menurutnya, keberhasilan kelompok Rumah Pangan B2SA di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah tersebut, dan dapat menjadi pijakan awal pengembangan model serupa di wilayah lain.
#SetahunBerdampak







