Pemerintah terus memperkuat pengawasan harga guna memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap aman dan distribusi berjalan lancar di tingkat pasar rakyat. Untuk itu, Tim Satgas Pangan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Tanah Bumbu (12/2/2027).
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Salah satu titik lokasi pemantauan di Kota Baru dilakukan di Pasar Kemakmuran yang merupakan pasar pencatatan SP2KP.
“Secara umum kondisi pasokan dan harga di Kota Baru dan Tanah Bumbu dalam keadaan cukup terkendali. Kami memastikan distribusi berjalan lancar, terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan Minyakita, agar masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar,” ujar Rachmi.
Menurutnya harga pangan terpantau relatif stabil, meskipun masih terdapat variasi harga pada beberapa komoditas seperti telur, bawang merah, dan cabai. “Daging sapi segar maupun beku ijo dengan pasokan yang sebagian berasal dari luar daerah, termasuk Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Minyakita juga tersedia di pasar, baik dari produsen lokal maupun pasokan luar wilayah,” ungkapnya.
Pemantauan dilakukan dengan menggandeng
Dinas Koperasi, Perdagangan dan Industri Kota Baru, Perum BULOG, Polres Kota Baru, serta Enumerator Harga SP2KP untuk mengecek langsung harga dan pasokan beras, Minyakita, gula, telur, daging sapi dan ayam, serta komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai.
“Untuk memperkuat stabilisasi pasokan, kami bersama BULOG Kanwil Kalimantan Selatan melakukan koordinasi dengan manajemen PT. SD Guthrie Berhad guna memastikan kecukupan pasokan Minyakita dan kebutuhan bantuan pangan periode Februari–Maret 2026, khususnya untuk Kota Baru dan Tanah Bumbu,” tambahnya.
Dari hasil koordinasi yang dilakukan, Rachmi mengungkapnya jika perusahaan menyatakan komitmennya mendukung penyaluran Minyakita dalam rangka pemenuhan kewajiban DMO serta kebutuhan bantuan pangan, dengan tetap memperhatikan ketentuan kawasan berikat yang berlaku.
“Sejumlah langkah teknis turut dibahas, termasuk pengaturan pola distribusi agar Minyakita lebih tepat sasaran di tingkat eceran, seperti opsi kemasan sederhana dan pembatasan pembelian guna mencegah penumpukan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut di Kota Baru, Satgas Pangan akan melakukan pemantauan lanjutan kepada distributor daging beku di Banjarmasin untuk memperkuat pasokan daging sapi dan kerbau beku. Pengawasan berkala juga akan terus dilakukan guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Pemantauan juga dilakukan di Pasar Raya Pangeran Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu. Hasilnya menunjukkan ketersediaan komoditas pangan pokok dalam kondisi cukup dengan harga relatif stabil, meskipun terdapat dinamika pada beberapa komoditas hortikultura dan daging sapi segar. Minyakita tersedia di pasar, namun pedagang mengharapkan tambahan pasokan kepada mitra pengecer BULOG agar distribusi lebih merata.
“Ke depan, kami bersama Satgasda Kalsel akan terus memantau pengaturan distribusi Minyakita di pasar-pasar pencatatan SP2KP serta memastikan harga tetap sesuai ketentuan. BULOG juga akan memperkuat suplai beras premium komersial guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat konsumen,” tambah Rachmi.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai.







