MERAUKE — Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah Provinsi Papua Selatan dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian tersebut diperoleh melalui pemantauan langsung Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Merauke, Jumat (20/2/2026).
Pemantauan dilakukan pada sejumlah titik strategis, mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), produsen telur, hingga Kios Pangan yang diinisiasi pemerintah.
Hasil monitoring menunjukkan harga daging sapi di Merauke tetap stabil pada kisaran Rp 135.000–Rp 140.000 per kilogram, masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP). Stabilitas ini didukung oleh ketersediaan ternak yang mencukupi serta adanya substitusi sumber protein lain seperti rusa, kambing, dan babi. Bahkan hingga hari raya nanti, harga diproyeksikan tetap terkendali, meskipun terdapat potensi kenaikan pada komoditas jeroan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Sementara itu, ketersediaan daging ayam juga terpantau aman. RPU Mopah Merauke mampu melayani pemotongan unggas dengan dukungan fasilitas rantai dingin berupa tiga unit cold storage, masing-masing berkapasitas satu ton.
Pada sektor telur, pemantauan di salah satu produsen besar menunjukkan produksi mencapai sekitar 10 ribu butir per hari dengan harga stabil Rp 60.000–Rp 65.000 per krat sejak Desember lalu. Pasokan telur tidak hanya memenuhi kebutuhan Merauke, tetapi juga menjangkau beberapa kabupaten lain di Papua Selatan hingga wilayah pegunungan seperti Wamena. Produsen memastikan stok aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Upaya menjaga stabilitas juga diperkuat melalui operasional Kios Pangan di Jalan Mandala Merauke yang menyediakan berbagai komoditas pokok seperti beras SPHP, Minyakita, gula, garam, tepung, dan daging ayam beku dengan harga di bawah pasar atau sesuai HET/HAP. Selain itu, selama Ramadan akan digelar Gerakan Pangan Murah setiap Jumat sore di halaman Masjid Al-Aqsa Merauke untuk memudahkan masyarakat memperoleh pangan terjangkau.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, menegaskan bahwa penguatan distribusi dan cadangan pangan terus dilakukan agar pasokan di wilayah timur Indonesia tetap terjaga.
“Badan Pangan Nasional memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan cadangan pangan pemerintah di Papua Selatan dalam kondisi aman. Kami juga mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Kios Pangan, serta fasilitasi distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha pangan menjadi kunci dalam menjaga keterjangkauan harga serta mencegah gejolak pasokan di wilayah yang memiliki tantangan logistik cukup besar.
Badan Pangan Nasional menegaskan akan terus memperkuat pengawasan distribusi dan harga pangan di Papua Selatan melalui koordinasi lintas sektor. Intensifikasi Gerakan Pangan Murah serta optimalisasi Kios Pangan dan operasi pasar menjadi langkah konkret untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup dengan harga terjangkau.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, didukung ketersediaan pangan yang cukup serta harga yang stabil.
--------------------
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
104/R-BAPANAS/II/2026
21 Februari 2026







