*Siaran Pers*
*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*
524/R-BAPANAS/XII/2025
26 Desember 2025
LHOKSEUMAWE – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Sebanyak 220 ton bantuan kemanusiaan tahap III program Kementan-Bapanas Peduli telah resmi tiba di Aceh dan diangkut menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Makassar-590.
KRI Makassar-590 bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Secara kumulatif, total nilai bantuan Kementan-Bapanas dari tahap pertama hingga tahap ketiga diperkirakan mencapai Rp 44 sampai Rp 45 miliar, yang terdiri dari bahan pangan pokok, sembako, hingga kebutuhan sandang.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan bahwa mekanisme distribusi bantuan akan dikawal secara berlapis bersama pemerintah daerah agar penyalurannya fleksibel, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Untuk sistem penyaluran, kami serahkan sepenuhnya ke pihak provinsi. Kami ingin memastikan bahwa amanah bantuan ini benar-benar sampai kepada rakyat Aceh yang membutuhkan,” ujar Sarwo Edhy.
Ia juga menyampaikan salam empati dan perhatian langsung dari Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman kepada seluruh masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
“Beliau berharap bantuan ini tepat sasaran. Ini adalah tanggung jawab moral kami untuk memastikan setiap paket bantuan sampai ke tangan yang berhak,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi di lapangan sebagai dasar penentuan langkah lanjutan.
“Penyaluran tahap berikutnya akan kami pertimbangkan berdasarkan evaluasi kondisi infrastruktur dan jalur distribusi, baik melalui laut maupun darat, seiring pulihnya akses jalan nasional,” jelas Andriko.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan yang dikirimkan, mulai dari tahap pertama menggunakan KRI Banda Aceh-593, tahap kedua melalui KRI Surabaya-591, hingga tahap ketiga dengan KRI Makassar-590 telah ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah, sehingga jenis dan volume bantuan benar-benar sesuai dengan kebutuhan darurat masyarakat.
Sebelumnya, Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman bantuan kemanusiaan dikawal ketat sejak pemuatan di dermaga hingga diterima di daerah tujuan. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian pegawai Kementan, Bapanas, serta para mitra strategis terhadap masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi kemanusiaan pemerintah pusat, setelah sebelumnya sekitar 100 ton bantuan serupa disalurkan ke Padang, Sumatera Barat. Seluruh bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
---------------







