BADAN PANGAN NASIONAL
Stabilitas Beras di PIBC Aman Jelang Nataru

*Siaran Pers* 

*Badan Pangan Nasional (Bapanas)* 

522/R-BAPANAS/XII/2025 

24 Desember 2025 




JAKARTA – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) terpantau berjalan normal dan kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Para pedagang memastikan pasokan beras dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. 


Salah satu pedagang di PIBC, Ida, pemilik PD Ida Jaya menyampaikan bahwa arus keluar-masuk beras berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Alhamdulillah stok beras aman, barang datang rutin setiap hari. Harga juga kami sesuaikan HET. Pembeli tenang, kami pedagang juga nyaman karena pasokan tidak pernah kosong,” ujar Ida.


Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa kondisi di PIBC mencerminkan situasi pasokan beras nasional yang terkendali. Menurutnya, tidak ada alasan bagi harga beras untuk bergejolak selama periode Nataru.


“Dari hasil pengecekan langsung, kami melihat pasokan pangan, khususnya beras, dalam kondisi cukup dan tidak ada gangguan berarti di tingkat distribusi. Harga juga masih dalam rentang yang terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkap Ketut Astawa.


Sebagai pusat distribusi beras terbesar di Indonesia, PIBC tetap menjadi barometer utama pergerakan pasokan dan harga beras nasional. Dari hasil kunjungan tersebut didapati harga beras medium rata-rata sebesar Rp 12.300 per kilogram (kg) di bawah HET Zona 1 yang Rp 13.500 per kg. Sedangkan beras premium Rp 13.700 per kg di bawah HET Zona 1 sebesar Rp 14.900 per kg. 


Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengingatkan pentingnya menjaga komitmen harga di tingkat grosir agar rantai distribusi tetap sehat. Menurutnya, harga yang stabil di hulu akan memberi ruang usaha yang wajar bagi pengecer sekaligus melindungi daya beli konsumen.


“Yang sudah bagus, dipertahankan, langganan semakin banyak, makin berkah. Yang mepet HET, diturunkan lagi harganya, biar yang jual itu masih bisa dapat spare harga 500 perak, kan dia masih belum ongkos jalan, ongkos bongkar, dan lain-lain,” ujar Ahmad Rizal kepada pedagang di PIBC.


Lebih lanjut, Deputi Ketut menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan intensif, terutama di simpul-simpul distribusi utama seperti PIBC. 


“Pesan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sangat jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan berlebih di saat masyarakat membutuhkan ketenangan dan kepastian. Pemerintah tidak akan ragu menindak jika ditemukan pelanggaran,” lanjutnya.


Sebelumnya penegasan yang sama disampaikan Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, dalam sesi konferensi pers, Senin (22/12/2025) di Jakarta. Amran yang juga Menteri Pertanian meminta para pelaku usaha tidak ada yang memainkan harga jual ke masyarakat. Ini karena stok secara nasional sangat mumpuni.


"Aku minta sekali lagi. Jangan. Masa kita memanfaatkan keadaan, mau Natal, kita jaga sampai tahun baru. Kemudian menuju Ramadan kita jaga. Tidak ada alasan. Sekarang stok cukup, lebih dari cukup," ujar Amran tegas.


---------------

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.