BADAN PANGAN NASIONAL
Stok Pangan Lebih dari Cukup Jelang Nataru

Siaran Pers

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

514/R-BAPANAS/XII/2025 

22 Desember 2025 


JAKARTA – Pemerintah memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kepastian ini ditegaskan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12/2025). 

Amran menyampaikan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 3,53 juta ton, menjadi stok akhir tahun tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. 

“Dulu stok maksimal hanya sekitar 2 juta ton dan itu pun impor. Sekarang 3,5 juta ton tanpa impor. Artinya, tidak ada masalah untuk Natal, Tahun Baru, bahkan hingga Ramadan mendatang,” tegasnya.

Dalam 18 tahun terakhir, stok akhir tahun CBP yang tanpa pasokan dari importasi juga belum pernah mencapai hingga lebih 3 juta ton. Tercatat di 2008 yang tak ada impor, stok akhir CBP berada di 1,1 juta ton. Lalu 2009 yang juga nihil impor, di akhir tahun menyisakan 1,6 juta ton. Sementara di 2019 sampai 2021 yang juga tidak ada impor beras, sampai akhir tahun stok CBP masing-masing di tiga tahun tersebut berada di angka 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.

Ia menambahkan, selain beras, ketersediaan minyak goreng nasional juga berada dalam kondisi aman. Indonesia sebagai produsen minyak goreng terbesar dunia memiliki pasokan yang sangat mencukupi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

“Minyak goreng aman, kita bahkan menyuplai negara lain. Jadi tidak ada alasan harga naik,” ujarnya.

Untuk komoditas protein hewani, Amran memastikan harga dan pasokan ayam ras serta telur ayam di tingkat peternak relatif stabil. Pemerintah telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan tidak menemukan indikasi kekurangan stok. 

“Kami cek langsung ke peternaknya. Harga daging ayam dan telur ayam normal, sesuai ketetapan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, terkait fluktuasi harga cabai, Amran menjelaskan bahwa kenaikan yang terjadi masih bersifat terbatas dan wajar, dipengaruhi faktor cuaca dan bencana hidrometeorologi di beberapa daerah sentra produksi. 

“Cabai naik sedikit masih wajar. Yang tidak boleh bergejolak itu beras, minyak goreng, ayam, dan telur, karena stoknya surplus dan sudah ada HET,” jelasnya.

Dengan kondisi stok yang kuat, Amran menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi dan mencegah praktik yang dapat mengganggu stabilitas harga. Pemerintah terus memantau pergerakan pangan strategis di seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir, agar masyarakat dapat menjalani perayaan Nataru dengan tenang.

“Sekarang stok lebih dari cukup. Kalau dulu gudang hanya berisi 500 sampai 800 ribu ton, mungkin ada alasan. Tapi sekarang 3,5 juta ton. Tidak ada alasan untuk panik ataupun menaikkan harga,” pungkas Amran. 

----------

BADAN PANGAN NASIONAL  
Sejak 25/01/2023
Kantor
Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
(021) 7807377
komunikasi@badanpangan.go.id
Media Sosial
Tautan Terkait
Kementerian Pertanian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Badan Pusat Statistik
Badan Informasi Geospasial
Perum BULOG
ID FOOD
Copyright © 2026 Badan Pangan Nasional. All Rights Reserved.